Minggu, 30 Juni 2013

Kalender


Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 06 : 30, aku langsung tancap gas berlari kesekolah, didepan gerbang aku bertemu saudaraku, di depan gerbang, keliatannya dia membawa seorang gadis yang wajahnya manis sekali, gadis itu hanya beberapa kali tersenyum simpul.
“Aku kekelas duluan ya..” kata saudaraku.
Ketika aku masuk ke kelas, aku melihat seorang yang agak aneh, seperti bukan teman sekelas ku. Ketika di lihat-lihat ternyata dia gadis yang tadi, aku ingin berkenalan, tapi rasa malu ku sangat mendarah daging di tubuh ku, jadi lebih baik aku menunggu dia memeprkenalkan diri. Guru pun menyuruh dia memperkenalkan diri, dia pun akhirnya memperkenalkan diri.
“Nama ku Riskha Fairunissa, teman-teman ku di Jakarta sering memanggil ku Ikha..”
Ikha adalah nama yang imut menurut ku, dengan wajahnya yang sangat manis nama itu semakin istimewa. Belum lama dia disini, aku sudah merasakan aura-aura yang tak beres.
Bel istirahat berbuyi. Biasanya aku jarang ke kantin, uangnya lebih baik aku tabung. Karena aku bosan, aku keluar, di pintu aku bertabrakan dengannya.
“Aww..” dia reflex.
“Maaf ya, kamu gak apa-apa?” tanyaku.
Dia hanya terdiam, dan langsung masuk ke kelas. Sepulang sekolah aku melihat dia di depan gerbang.
“Hey..” panggilku.
“Eh ada..... Kita kenalan aja deh!” pintanya, sambil meundukan wajahnya, malu-malu/
“Nama ku Ikha..”
“Oh, nama ku R....”
“Ya aku udah tau kok..” sambil bersalaman.
Tangannya halus sekali, seperti kain sutra.
“Kamu lagi nungguin siapa?” tanyaku.
“Aku lagi nungguin sodara kamu..” jawabnya.
“Gimana kalo aku anter pulang aja, kamu kan belum tau daerah sini..” ajak ku.
“boleh aja..” jawabnya, seperti tak percaya, dia menjawab dengan suara yang sangat gereget.
“Kenapa kamu pindah ke Bandung?” Tanya ku iseng.
“Aku cuma ikutin orang tua aja..” jawabnya malu-malu harimau.
Sesampainya di sana, ternyata rumahnya bersebelahan dengan rumah saudara ku, aku sangat senang.
“Makasih yah udah mau nganter aku pulang..” ujarnya, malu.
“Iya sama-sama..” jawab ku.
“Yaudah. Ee.. Assalamu’alaikum..” dia melambaikan tangannya malu-malu.
“Wa’alaikumsalam..” Ini yang membuat dia semakin menarik selain dia cantik, dia juga mempunyai akhlak yang baik. Tapi, mungkin karena aku baru kenal.
Besoknya aku tak ingin menunggu waktu lama, tepat jam 6:15 aku sudah ada di sekolah, dan tak lama ketika aku datang, dia pun datang,
Memasuki pelajaran pertama pelajaran olahraga, semua berbaris dan di suruh berlari 3 putaran oleh guru, aku tidak menyianyiakan kesempatan ini untuk mengobrol dengan ikha, ketika dia tersenyum aku bilang, tuh mata kamu ilang, kami berdua tertawa, tak lama kemudian tiba-tiba Ikha menyandung batu dan terjatuh, lalu aku membawanya ke UKS.
“Kamu bisa ngobatin?” tanyanya, seperti tak percaya.
“Bisa, soalnya dulu waktu smp aku ikut ekstrakulikuler, jadi ya...” jawab ku.
Tak bosan-bosannya dia memandangku, wajah ku memerah karena malu.
Memasuki pelajaran terakhir, pelajaran IPS guru menyuruh siswanya berkelompok untuk mengerjakan tugas. Aku pun memanggil Ikha.
“Kita sekelompok aja gimana?” tanyaku memberi pendapat.
Ikha berbisik dalam hati, kenapa hati aku deg-degan banget.
“Eh, boleh, tapi masih kurang satu.” jawabnya.
“Tuh ada teman aku lagi nganggur..” jawab ku.
Kelompok kami terdiri dari, Ikha, aku, saudara ku, dan teman sebangku ku. Saudaraku menyuruh Ikha untuk mengerjakan tugas kelompok di rumahnya.
“Gimana kalo di rumah kamu aja, rumah kamu kan besar.” ucap saudaraku.
“Ah enggak juga..”
“Nanti kamu ajak saudaraku yah..” ucap saudaraku.
“Sama kamu aja lah..” jawab Ikha.
“Ih kenapa? Kamu pasti malu yah? Azeeek, ada yang jatuh cinta nih..” ucap saudaraku.
“Ih kamu apaan sih, enggak kok..” Ikha menjawab malu dan mukanya memerah.
“Terus kenapa muka kamu merah? Hhahaha.. Yaudah pokonya kamu yang bilang ke dia, aku harus ke toko buku..” ujar saudaraku.
Sepulang sekolah ikha memanggilku, sambil menunduk-nunduk.
“Eh, nanti jam 13:00 kamu dateng yah kerumahku..” ucapnya malu-malu.
“Oh, iya siap, nanti aku kasih tau teman ku juga..” jawab ku.
Beberapa menit kemudian kami berdua hanya saling terdiam, aku berbicara.
“Kamu kenapa belum pulang?”
“Aku nungguin kamu..” jawabnya.
“Oh, kamu mau dianter pulang lagi?” tanyaku iseng.
“Ihh, enggak kok. Gak apa-apa aku sendiri aja, aku udah tau ko jalannya, dadah!” jawabnya malu sambil melambaikan tangannya, dan tak lupa juga mengucapkan salam.
Setibanya di rumah Ikha tepat jam satu, hatiku sangat berdebar seperti ada “ROTASI BERAT”, tak lama ikha pun keluar.
“Eh Roman, kenapa gak masuk?” Tanyanya malu-malu ayo. Ikha langsung memegang tangan ku dan menyeret ku ke dalam. Sebenarnya aku tau, dia tegang, tangannya gemeteran saat memegang tangnku.
2minggu kemudian kerja kelompok dilaksanakan lagi, seperti 2minggu kemarin.
“Ikha!” teriakku di luar rumahnya.
“Eeh, masuk-masuk..”
Sepertinya rasa malu Ikha sudah memudar, karena kenyamanannya denganku, mungkin. Di sela-sela kerja kelompok, tiba-tiba Ikha berbisik di sebelahku.
“Eh besok kan hari minggu, gimana kalo kita jalan-jalan di taman?”
“Boleh jam berapa?” jawab ku.
“Kalo kamu bisa, kamu tunggu aku jam 06:00 disana..” balas Ikha.
“Bisa-bisa.” Jawab ku.
Aku datang tepat waktu, seperti yang di janjikan, tak lama kemudian Ikha pun datang menggunakan baju berwarna ungu. Astaga aku seperti melihat bidadari yang jatuh dari kayangan.
“Sekarang kita kemana?” Tanya ku.
“Kita ke bioskop yuk!” jawab Ikha.
“Emang ada bioskop buka jam segini?” jawabku iseng.
“Ih kamu lucu deh, ya kita tunggu dong sampe jam 10 dulu, dasar kamu tuh..” menjawab sambil tertawa.
Tak terasa waktu menunjukan pukul 10:00 kami pun langsung pergi ke bioskop.
Dua jam kemudian..
“Tadi seru banget yah..” Ikha mengungkapkan perasaannya padaku.
“Iya, kapan-kapan mau gak kesini lagi?” Tanya ku.
“Boleh-boleh, asal kamu yang bayar !” jawabnya.
“Hah? Aku yang bayar? Oke lah gak apa-apa, apa sih yang enggak buat kamu..” jawabku bercanda.
Ikha hanya tersenyum simpul malu-malu.
“Oke deh nanti aku yang beli tiketnya, jadi kita langsung nonton. Eh tapi kita mau nonto apa?” tanyaku basa-basi
“Apa aja deh yang penting seru..” jawabnya senang.
“Siap..”
Minggu depannya..
Tak terasa waktu di dalam bioskop pun sudah usai, aku dan Ikha pergi bermain, entah apa yang harus kami mainkan.
“Kamu gak bosen main sama aku terus?” tanyaku iseng.
“Ya enggak lah, malah aku makin semangat main terus sama kamu..” jawab Ikha.
Hari demi hari aku makin deket dangan Ikha. Hari demi hari juga aku melihat muka sedih yang di berikan oleh Ikha, aku tidak tau kenapa dia jadi murung begini, mungkin karena bosan? Mungkin.
“Kamu gak apa-apa?” tanyaku sambil tersenyum.
“Engga ko..” jawab ikha.
“Kenapa aku liat akhir-akhir ini kamu murung banget” Tanya ku heran.
“Kemana pun aku pergi kamu pasti ada di sampnig akukan?” Tanya Ikha tiba-tiba yang membuat aku makin heran
“Eeemmmm, pasti..” jawabku ragu.
Kita langsung saling mengaitkan kedua jari manis kita sambil berkata janji.
Ke esokan harinya tiba-tiba ada yang datang kerumahku menggunakan seragam, aku kira itu sodaraku ternyata Ikha, dia mengajakku untuk berangkat sekolah bersama.
“Ciieee, siapa tuh? Pacar ya?” kakaku menggoda.
“Bukan, ini Cuma sahabat ko..” jawabku malu.
Ikha hanya tersenyum dan mukanya memerah, jam demi jam pun berlalu, hari ini ikha deket banget dengan ku, hampir-hampir dia lupa mau mengajak ku untuk mengantarnya ketoilet, pada saat itu kami semua tertawa, tepat di gerbang sepulang sekolah, tiba-tiba di perbincangan, Ikha meminta ku untuk terus mengantarkannya pulang selama 2 hari ke depan, dan Ikha juga ingin setiap hari berangkat sekolah bersama ku. Aku menyetujuinya, karena aku merasakan pasti ada yang tidak beres dengan keadaan Ikha saat ini.
Kemana pun Ikha pergi pasti dia mengajakku, entah ke toko buku, ke mall atau yang lainnya, aku melihat sikap Ikha yang berubah, dia banyak memurungkan wajahnya, kelihatannya dia sangat sedih. Sesekali dengan tiba-tiba Ikha menjatuhkan air mata, entah kenapa, kesedihannya itu sangat aku rasakan.
Dirumah, aku tiba-tiba mengingat janji yang kita berdua nyatakan, dan tak terasa juga sudah 2 hari, suara nada sms pun terdengar, ternyata itu dari Ikha, aku heran kenapa dia hanya menuliskan tanggal, lalu aku cek tanggal itu, itu adalah tanggal dimana aku dan ikha berkenalan, lalu aku balas sms darinya ”masih inget aja kamu”, setelah beberapa jam tak ada sedikit pun suara dari hpku.
Saudaraku tiba-tiba datang ke rumah ku, nih ada kado dari ikha, firasatku benar, lalu aku buka kadonya, isinya kalender dan sepucuk surat, aku tidak tau apa yang di rencanakannya, gak kerasa yah udah 1 bulan 2hari kita kenal, “Lebih cepat dari hari di kalender”, Cuma itu kata-kata yang ada di dalam suratnya, aku sudah merasakan sedikit kepedihan.
Keesokannya aku pergi kesekolah sendirian, Ikha tidak masuk, katanya sih izin.
Sepulang sekolah, lalu aku pergi ke rumahnya tidak ada siapa-siapa, lalu saudaraku keluar, dari rumahnya.
“Lagi apa kamu?” tanyanya.
Aku hanya terdiam, dan merasakan pedihnya ditinggalkan oleh orang yang di sayangi.
"Ikha pergi, dia bilang padaku, untuk tidak bilang pada siapa pun, apalagi sama kamu, semoga kamu tabah dengan kepergian Ikha kembali ke Jakarta. Ikha tidak mau kamu bersedih, karena kesedihan kamu adalah dukanya. Ikha bilang kamu memberikan kenangan yang terindah.." ujar saudaraku.
Aku pun hanya bisa meneteskan air mata.
Kalender ini memang kenangan terindah dari Ikha, banyak sekali kenangan yang di berikan oleh Ikha, dan saat ini aku akan menjalani hari yang sepi, aku lemah tanpanya. Dengan kepergiannya mengajarkan aku untuk yakin selalu bersamanya dalam suka mau pun duka, dan tidak menyianyiakan kesempatan. Perpisahan ini bukan akhir dari segalanya, aku yakin suatu saat nanti aku akan bertemu dengannya.
‘’Mudah-mudahan..’’ batinku.

~ END ~

Author : Romansa Bakti


Read more: http://www.jkt48fans.com/2013/06/kalender.html#ixzz2Xl2DTpOp

Selasa, 25 Juni 2013

JKT48 at Explore 2013 HIC Bekasi 13-06-13


JKT48 Trainee tampil di acara Pensi yang diadakan oleh Sekolah FLORA- Pondok Ungu Permai, Bekasi (13/06).Tiket seharga 30k Htm Pre sale dan OTS 50k. Seperti biasa sebelum JKT48 tampil,overture dan suara chant bergemuruh memanggil member, JKT48 tampil dengan 16 member menggunakan seifuku kuning dengan bloking dan switch saat membawakan lagu-lagu hitsnya di atas stage HIC Bekasi. Walaupun tampil sekitar pukul 20.30 Wib member dan fans JKT48 tetap bersemangat hingga akhir acara. Member list : Ayen, Noella, Via, Acha, Karin, Sisil, Tata, Rachel, Delli, Vanka, Nobi, Nichan, Ikha, Sinka, Uty dan Nadilla.

 oh ya, jika kalian membeli 15 tiket, kalian bisa MnG bareng member JKT48 lho ^^

Foto:  


M00 - Overture
M01 - Heavy Rotation
-------MC---------
M02 - Mirai no Kajitsu
M03 - Boku no Taiyou
M04 - Gomen ne Summer
M05 - Baby! Baby! Baby
M06 - Kimi no Koto ga Suki Dakara

*Diakhiri dgn foto bersama








Ber-Jet Coaster Berdua




Aku berada di sebuah taman bermain bernama Dupan. Taman bermain yang melegenda ini menjadi tempat favorit banyak orang, termasuk aku dan Acha, seorang teman perempuanku yang cantik, berambut panjang.
Aku dan Acha berjalan diiringi panasnya hari ini. Kami berjalan bersebelahan mengitari Dupan sambil mencari wahana apa yang akan kami naiki.

“Kamu mau ngomong apaan sih? Sampe harus ngajak aku ke tempat kayak gini?” Tanya Acha.
“Ntar aja, kita main dulu aja.” Balasku.
“Main apa, Jet Coaster yuk?” Ajak Acha.
“HA? Jet Coaster? Emm... ntar deh, itu dulu aja yang lucu tuh Kuda.”
“Kayak anak kecil deh kamu.”
“Itu yang pacaran juga anak naik begituan.”
“Emang kita pacaran?” Tanya Acha.
“Engg..... enggak sih...”
“Yauda naik Jet Coaster aja” Ajak Acha memaksa.
“Ntar deh, tuh naik itu dulu deh tuh, Bum-bum Car.”

Aku menarik tangan Acha menuju wahana Bum-bum Car. Aku menaiki mobil yang bernomer 4, sedangkan Acha bernomer 8. Acha dan Aku saling bertabrakan dengan mobilnya. Kami tertawa lepas dan bahagia. Setelah bermain, Aku dan Acha berjalan bersama sambil memperhatikan wahana lain.

“Kamu nabraknya jago banget, Cha.” Ucapku.
“Hahaha kamu tadi jadi korban tabrak aku yah?”
“Iya, korban tabrak lari perasaan.”

Acha melirik ke arahku dengan muka penasaran. Kubalas dengan senyum meledek. Saat kami berjalan dibawah wahana Jet Coaster, terdengar teriakan orang – orang yang menaiki wahana itu. Aku terdiam dan merinding mendengarnya.

“Kamu?” Tanya Acha.
“Ngeri gak sih naik gituan?”
“Seru tau, bisa teriak gitu.”
“Aku... takut.”
“Kalo takut, tutup mata aja sambil teriak.”
“Teriak apaan?”
“Apa kek, yang mau kamu ungkapin.”
“O... gitu ya.”
“Eh bentar, ada telepon masuk, bentar yah.”

Acha meninggalkanku. Terlihat Acha sibuk dengan teleponnya. Akupun kepo dengan isi pembicaraan Acha. Terdengar dari di telepon itu, kalau yang menelpon Acha adalah lelaki.

“Tadi siapa yang nelfon?” Tanyaku.
“Temen aku.” Balas Acha.
“Oh.”
“Dia cuma ngabarin aja tadi, kalo besok suruh kesekolah bawa bukunya yang kebawa sama aku.”
“Oh.”
“Kok oh sih?”
“Terus aku harus jawab apa? Dia ganteng apa enggak? Dia berani naik Jet Coaster apa enggak? gitu?”
“Ih kok sewot sih kamu?”
“Enggak, aku gak sewot.”
“Tuhkan sewot, cemburu ya?”
“Hiiii, cemburu, amit – amit. Makan yuk ah.”

Aku berjalan didepan Acha. Acha mengikuti langkah Bayu sambil cengar – cengir.
Aku dan Acha kini duduk berhadapan di sebuah meja yang berisikan makanan dan minuman yang sudah selesai dimakan.

“Udah selesai makan nih, kamu mau main apa lagi?” Tanya Acha.
“Main hati aja, gimana?” Tanyaku.
“Yah ilah, masih aja usaha.” Ledek Acha.
“Kamu maunya naik apa sih?”
“Jet Coaster, yuk...”
“Tapi aku takut, Cha. Sumpah deh.”
“Huh... gini aja, selama disana, kamu pegang tangan aku aja, gimana?”
“Ah, yaudah deh. Kan sekalian ada yang mau aku omongin.”
“Apa tuh?” Tanya Acha penasaran.
“Ntar aja.”

Aku dan Acha terus berjalan tanpa arah di Dupan. Sampai akhirnya langkah membawa kami ke wahana Jet Coaster.
Teriakan – teriakan yang terdengar dari wahana itu membuatku merinding disko. Acha menatap Jet Coaster dengan tatapan penuh rasa penasaran. Saat melirik ke arahku, Acha melihat keraguan pada diriku.

“Kamu kenapa?” Tanya Acha.
“Aku..aku....” Balasku terbata – bata.
“Katanya ada yang mau kamu omongin?”
“Aku...sebenernya...”
“Ya...kamu kenapa?”
“Sumpah, Cha...”
“Iya kenapa?”
“Sumpah aku takut naik Jet Coaster.”
“Ih...terus aku naik Jet Coaster sama siapa kalo gak sama kamu?”
“Yaa... sendiri aja?”
“Kamu tega aku sendirian disana? Aku muter – muter teriak histeris sendirian?”
“Enggak sih... tapi aku...”
“Yaudah kamu naik juga, kita teriak bareng...”
“Sumpah, aku takut, mending kamu suruh aku tawuran sama anak STM daripada naik itu.”
“Yang kamu takutin apa sih? Takut ketinggian?”
“Enggak terlalu takut kalo ketinggian.”
“Terus?”
“Terus... kita naik yang lain dulu deh, Cha...”
“Apa?”
“Tuh, itu aja Bianglala...”

Acha hanya cemberut. Bibirnya hampir jatoh. Aku langsung menarik tangan Acha dan menggandengnya menuju wahana Bianglala.
Aku dan Acha duduk berhadapan didalam Bianglala. Saat kotak Bianglala yang kami naiki sudah berada diatas, Acha menatapku.

“Kamu mau ngomong apa tadi emangnya?” Tanya Acha.
“Aku lebih takut ngomongin hal itu, daripada naik Jet Coaster.”
“Ih apaan sih, aku Kepo tau...” Acha penasaran.
“Kepo is hurt, more you know more you hurt.”
“Ah, kamu mah... eh, naik Jet Coaster gak berani, tapi kok naik Bianglala gini yang lebih tinggi kamu malah berani.”
“Moment berdua kayak gini bisa lebih dinikmatin dari pada naik Jet Coaster.”
“Emang bedanya apa?” Tanya Acha.
“Kalo Jet Coaster, bikin hati jadi berdegup kencang, kalo Bianglala bikin hati damai.”
“Oh...”
“Kedua hal itu, yang aku rasain kalo lagi bareng atau berdua sama kamu.”
“Maksud kamu?”
“Kadang kamu tuh kayak Jet Coaster kalo lagi kumat, bawel sendiri, gak bisa diem. Tapi kalo aku merhatiin kamu lagi anteng, diem gitu, rasanya damai, tenang.”
“Eeerrrr....” Gerutu Acha.
“Jadinya mau kamu kayak gimana juga, aku bakalan tetep nyaman sama kamu.”
“Jadi ini yang mau kamu omongin sama aku?”
“Ada lagi sih sebenernya.”
“Apa?”
“Huff... Aku ngomongnya pas di Jet Coaster aja yah.”
“HA? Kamu mau naik Jet Coaster?? Tadi katanya takut.”
“Aku lebih takut kehilangan kamu, yuk. Tuh udah mau turun Bianglalanya.”

Acha bengong menatapku yang mengucapkan kalimat barusan.

“Heh, kamu kenapa? Tuh bibirnya mau jatoh. Ayo.” Ajakku sambil menjulurkan tangan.

Acha meraih tanganku dan keluar di Bianglala. Kami bergandengan tangan dan berjalan menuju Jet Coaster.
Sesampainya di wahana itu, kami mulai mengantri. Tanganku dan Acha masih bergandengan.

“Tangan kamu kok jadi dingin gini? Gerogi?” Tanya Acha
“Biarin, yang penting hati aku gak dingin.”

Jet Coaster tiba. Penumpang yang duduk pun keluar dari kursinya. Aku dan Acha menempati kursi ketika. Pengaman telah terpasang di badanku. Aku kembali mengecek keamanan dari sabuk yang kupakai.
Jet Coaster mulai berjalan. Perlahan menambah kecepatannya dan menaiki tanjakan. Terdengar gesekan roda dan rel. Bunyinya cukup mengganggu telingaku. Acha menatapku dengan tatapan kasihan.

“Cha...aku...”
“Ya?”

Jet Coaster mulai berada di puncak rel yang berada diatas. Kalau begini ceritanya, aku pasti duluan yang merasakan terjunnya Jet Coaster ini.
Teriakan orang - orang mulai terdengar. Aku menutup mata sambil menahan suaraku agar tidak berteriak.
Saat Jet Coaster menuju rel selanjutnya dan berputar, aku tak tahan untuk berteriak.

“ACHAAAAAA!!!!!!!!!!!!” Ucapku dengan berteriak.
“APAAAAAAAAAA???” Balas Acha sambil berteriak.
“AY WONCUUU!!!”
“AAAAAAAAAAAAAAAA GAK DENGER!!”
“ACHAAA AY LOV YUUUUU!!!”
“AKU JUGAAA!”
“JUGA APAA?”
“AY NID YUUU!!”

Tangan kami berdua terus berpegangan keras selama Jet Coaster itu melaju cepat. Nafasku mulai teratur ketika Jet Coastere mulai melambat dan aku mulai membuka mataku. Saat aku menoleh ke Acha, ia sedang memperhatikanku sambil tersenyum.

“Kenapa kamu?” Tanyaku.
“Coba ulang lagi yang tadi kamu bilang.”
“Enggak ah...”
“Ulang lagi gak, apa gak kita ulang nih Jet Coasternya.”
“Iya iya...”

Acha menatapku dan menunggu ucapanku.

“Acha, ay woncu...ay lovyuu” Ucapku agak pelan.

Acha tersenyum sambil mencolek pipiku.

“Seneng deh, ber Jet Coaster berdua sama kamu.” Ucap Acha.

Jet Coaster kini sudah berhenti. Aku dan Acha beserta penumpang lainnya keluar dari Jet Coaster.

~ END ~

JKT48 at Indonesia Kids Choice Awards 2013




Dalam Ajang Bergengsi 1 Tahunan Ini JKT48 Masuk Dalam Nominasi Boyband/Girlband Terfavorit Indonesia Kids Choice Awards 2013. JKT48 Bersaing Dengan Girlband" & Boyband" Papan Atas Seperti Coboy Junior, Smash & Cherrybelle.

Dan Pemenang Kategori Boyband/Girlband Terfavorit Indonesia Kids Choice Awards 2013 Ini Berhasil Dimenangkan Oleh.......... JKT48 !!






Selamat !!!!

Ini Bukan Kali Pertama JKT48 Memenangkan Awards, Setelah Sebelumnya Memenangkan Award Di Klik Awards Dengan Kategori Pendatang Baru Terfavorite!

Berikut Gambar Beberapa Penghargaan JKT48 Yang Di Peroleh Dari Wikipedia:

Kemudian JKT48 Membawakan Lagu River Dengan Di awali Overture Dan Baby Baby Baby. Yeaayyyy !!


Video JKT48 Memenangkan Award IKCA 2013:






Video JKT48 Performance RIVER :





Video JKT48 Performance Baby Baby Baby:



JKT48 Keliling2 Balikpapan 15-06-13



Kota minyak Balikpapan menjadi satu-satunya kota di Kalimantan di bulan ini untuk interview dan direct selling CD River versi reguler yang di jual seharga 80k. Hari ini (15/06) 3 member JKT48 KinalCindy Gulla dari Team J dan Novinta dari JKT48 Trainee mengunjungi KPFM 95,4 Balikpapan.  Seperti biasa, khusus di tempat-tempat direct selling, fans dapat membelinya langsung dengan dilayani oleh member JKT48 sendiri yang mengenakan T-shirt River dan melakukan Hi-touch.


Direct selling kali ini di mulai sekitar jam 10.30-17.30 WITA yang di konfirmasi langsung oleh akun resmi JKT48. Antrean fans terlihat cukup panjang tertata rapi dan tertib, fans girl JKT48 juga cukup banyak dan tidak mau kalah walau fans cowok masih mendominasi antrean.
 
Candaan segar, Q&A mengenai CD River, hinga curhatan mereka saat latian sebelum membawakan River; semua tersaji dalam interview mereka di KPFM. Biar ga penasaran yuk langsung play aja^^




JKT48 Keliling2 Malang 16-06-2013


Cindy Gulla, Devi Kinal, dan Novinta Dhini menyapa Fans Malang
JKT48 kali ini ke Kota Pelajar Malang, loh! JKT48 kali ini melakukan Direct Selling Single terbaru mereka, RIVER. Di Malang, mereka melakukan Direct Selling di Elfara 93 FM Malang. Direct Selling dilakukan pukul 10:30 hingga 17:30 WIB, namun para Fans sudah berkumpul dari Pagi. Ada kejutan juga loh tadi, Ex Member Generasi 2 JKT48, Olivia Robberecht. Olivia yang berasal dari Malang berkunjung ke lokasi DS, member yang Graduated 12 April lalu ini terlihat mengikuti Antrean pembelian CD River.

Fans Malang yang telah menunggu dari Pagi
JKT48 di Elfara 93 FM Malang
Berikut adalah Rekaman Interview JKT48 dengan Elfara 93 FM Malang. Yaa, seperti biasa, Perkenalan member, Makna dari Single River, tadi juga ada Fans beruntung loh yang bisa nanya langsung ke Members. Pokoknya seru deh, langsung Play aja :


Gimana? Seru kan Interviewnya? Pasti Dong! Nah, jangan lupa yaa untuk selalu mendukung JKT48. Nantikan info tentang Lokasi Direct Selling berikutnya di Official Twitter JKT48.

JKT48 At Just Alvin Metro tv 16-06-2013





JKT48 menghadiri talk show Just Alvin, Acara yang di bawakan oleh Alvin Adam ini membahas tentang konsep Idol Grup JKT48 dari pertunjukan Theater nya, Peraturan nya, Serta tidak lupa juga membahas kelakuan fans-fans nya.

Member yang tampil dalam acara tersebut ada 16 Orang, mereka adalah:
Melody, Shania, Kinal, Frieska, Sendy, Rica, Dhike, Jeje, Haruka, Delima, Ayana, Beby, Ghaida, Diasta, Cindy & Sonya.

JKT48 juga tak lupa membawakan lagu andalan nya, Yakni: Oogoe Diamond & River. namun sayang nya lagu nya di Cut.

Berikut beberapa Video JKT48 dari segmen 2 - 5 :


JKT48 Performance Oogoe Diamond (Segmen 2) :

   
JKT48 Talk with Alvin Adam (Segmen 3) :



JKT48 Talk with Alvin Adam (Segmen 4) :



JKT48 Talk with Alvin Adam (Segmen 5) :



JKT48 Performance RIVER :




Kalender


Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 06 : 30, aku langsung tancap gas berlari kesekolah, didepan gerbang aku bertemu saudaraku, di depan gerbang, keliatannya dia membawa seorang gadis yang wajahnya manis sekali, gadis itu hanya beberapa kali tersenyum simpul.
“Aku kekelas duluan ya..” kata saudaraku.
Ketika aku masuk ke kelas, aku melihat seorang yang agak aneh, seperti bukan teman sekelas ku. Ketika di lihat-lihat ternyata dia gadis yang tadi, aku ingin berkenalan, tapi rasa malu ku sangat mendarah daging di tubuh ku, jadi lebih baik aku menunggu dia memeprkenalkan diri. Guru pun menyuruh dia memperkenalkan diri, dia pun akhirnya memperkenalkan diri.
“Nama ku Riskha Fairunissa, teman-teman ku di Jakarta sering memanggil ku Ikha..”
Ikha adalah nama yang imut menurut ku, dengan wajahnya yang sangat manis nama itu semakin istimewa. Belum lama dia disini, aku sudah merasakan aura-aura yang tak beres.
Bel istirahat berbuyi. Biasanya aku jarang ke kantin, uangnya lebih baik aku tabung. Karena aku bosan, aku keluar, di pintu aku bertabrakan dengannya.
“Aww..” dia reflex.
“Maaf ya, kamu gak apa-apa?” tanyaku.
Dia hanya terdiam, dan langsung masuk ke kelas. Sepulang sekolah aku melihat dia di depan gerbang.
“Hey..” panggilku.
“Eh ada..... Kita kenalan aja deh!” pintanya, sambil meundukan wajahnya, malu-malu/
“Nama ku Ikha..”
“Oh, nama ku R....”
“Ya aku udah tau kok..” sambil bersalaman.
Tangannya halus sekali, seperti kain sutra.
“Kamu lagi nungguin siapa?” tanyaku.
“Aku lagi nungguin sodara kamu..” jawabnya.
“Gimana kalo aku anter pulang aja, kamu kan belum tau daerah sini..” ajak ku.
“boleh aja..” jawabnya, seperti tak percaya, dia menjawab dengan suara yang sangat gereget.
“Kenapa kamu pindah ke Bandung?” Tanya ku iseng.
“Aku cuma ikutin orang tua aja..” jawabnya malu-malu harimau.
Sesampainya di sana, ternyata rumahnya bersebelahan dengan rumah saudara ku, aku sangat senang.
“Makasih yah udah mau nganter aku pulang..” ujarnya, malu.
“Iya sama-sama..” jawab ku.
“Yaudah. Ee.. Assalamu’alaikum..” dia melambaikan tangannya malu-malu.
“Wa’alaikumsalam..” Ini yang membuat dia semakin menarik selain dia cantik, dia juga mempunyai akhlak yang baik. Tapi, mungkin karena aku baru kenal.
Besoknya aku tak ingin menunggu waktu lama, tepat jam 6:15 aku sudah ada di sekolah, dan tak lama ketika aku datang, dia pun datang,
Memasuki pelajaran pertama pelajaran olahraga, semua berbaris dan di suruh berlari 3 putaran oleh guru, aku tidak menyianyiakan kesempatan ini untuk mengobrol dengan ikha, ketika dia tersenyum aku bilang, tuh mata kamu ilang, kami berdua tertawa, tak lama kemudian tiba-tiba Ikha menyandung batu dan terjatuh, lalu aku membawanya ke UKS.
“Kamu bisa ngobatin?” tanyanya, seperti tak percaya.
“Bisa, soalnya dulu waktu smp aku ikut ekstrakulikuler, jadi ya...” jawab ku.
Tak bosan-bosannya dia memandangku, wajah ku memerah karena malu.
Memasuki pelajaran terakhir, pelajaran IPS guru menyuruh siswanya berkelompok untuk mengerjakan tugas. Aku pun memanggil Ikha.
“Kita sekelompok aja gimana?” tanyaku memberi pendapat.
Ikha berbisik dalam hati, kenapa hati aku deg-degan banget.
“Eh, boleh, tapi masih kurang satu.” jawabnya.
“Tuh ada teman aku lagi nganggur..” jawab ku.
Kelompok kami terdiri dari, Ikha, aku, saudara ku, dan teman sebangku ku. Saudaraku menyuruh Ikha untuk mengerjakan tugas kelompok di rumahnya.
“Gimana kalo di rumah kamu aja, rumah kamu kan besar.” ucap saudaraku.
“Ah enggak juga..”
“Nanti kamu ajak saudaraku yah..” ucap saudaraku.
“Sama kamu aja lah..” jawab Ikha.
“Ih kenapa? Kamu pasti malu yah? Azeeek, ada yang jatuh cinta nih..” ucap saudaraku.
“Ih kamu apaan sih, enggak kok..” Ikha menjawab malu dan mukanya memerah.
“Terus kenapa muka kamu merah? Hhahaha.. Yaudah pokonya kamu yang bilang ke dia, aku harus ke toko buku..” ujar saudaraku.
Sepulang sekolah ikha memanggilku, sambil menunduk-nunduk.
“Eh, nanti jam 13:00 kamu dateng yah kerumahku..” ucapnya malu-malu.
“Oh, iya siap, nanti aku kasih tau teman ku juga..” jawab ku.
Beberapa menit kemudian kami berdua hanya saling terdiam, aku berbicara.
“Kamu kenapa belum pulang?”
“Aku nungguin kamu..” jawabnya.
“Oh, kamu mau dianter pulang lagi?” tanyaku iseng.
“Ihh, enggak kok. Gak apa-apa aku sendiri aja, aku udah tau ko jalannya, dadah!” jawabnya malu sambil melambaikan tangannya, dan tak lupa juga mengucapkan salam.
Setibanya di rumah Ikha tepat jam satu, hatiku sangat berdebar seperti ada “ROTASI BERAT”, tak lama ikha pun keluar.
“Eh Roman, kenapa gak masuk?” Tanyanya malu-malu ayo. Ikha langsung memegang tangan ku dan menyeret ku ke dalam. Sebenarnya aku tau, dia tegang, tangannya gemeteran saat memegang tangnku.
2minggu kemudian kerja kelompok dilaksanakan lagi, seperti 2minggu kemarin.
“Ikha!” teriakku di luar rumahnya.
“Eeh, masuk-masuk..”
Sepertinya rasa malu Ikha sudah memudar, karena kenyamanannya denganku, mungkin. Di sela-sela kerja kelompok, tiba-tiba Ikha berbisik di sebelahku.
“Eh besok kan hari minggu, gimana kalo kita jalan-jalan di taman?”
“Boleh jam berapa?” jawab ku.
“Kalo kamu bisa, kamu tunggu aku jam 06:00 disana..” balas Ikha.
“Bisa-bisa.” Jawab ku.
Aku datang tepat waktu, seperti yang di janjikan, tak lama kemudian Ikha pun datang menggunakan baju berwarna ungu. Astaga aku seperti melihat bidadari yang jatuh dari kayangan.
“Sekarang kita kemana?” Tanya ku.
“Kita ke bioskop yuk!” jawab Ikha.
“Emang ada bioskop buka jam segini?” jawabku iseng.
“Ih kamu lucu deh, ya kita tunggu dong sampe jam 10 dulu, dasar kamu tuh..” menjawab sambil tertawa.
Tak terasa waktu menunjukan pukul 10:00 kami pun langsung pergi ke bioskop.
Dua jam kemudian..
“Tadi seru banget yah..” Ikha mengungkapkan perasaannya padaku.
“Iya, kapan-kapan mau gak kesini lagi?” Tanya ku.
“Boleh-boleh, asal kamu yang bayar !” jawabnya.
“Hah? Aku yang bayar? Oke lah gak apa-apa, apa sih yang enggak buat kamu..” jawabku bercanda.
Ikha hanya tersenyum simpul malu-malu.
“Oke deh nanti aku yang beli tiketnya, jadi kita langsung nonton. Eh tapi kita mau nonto apa?” tanyaku basa-basi
“Apa aja deh yang penting seru..” jawabnya senang.
“Siap..”
Minggu depannya..
Tak terasa waktu di dalam bioskop pun sudah usai, aku dan Ikha pergi bermain, entah apa yang harus kami mainkan.
“Kamu gak bosen main sama aku terus?” tanyaku iseng.
“Ya enggak lah, malah aku makin semangat main terus sama kamu..” jawab Ikha.
Hari demi hari aku makin deket dangan Ikha. Hari demi hari juga aku melihat muka sedih yang di berikan oleh Ikha, aku tidak tau kenapa dia jadi murung begini, mungkin karena bosan? Mungkin.
“Kamu gak apa-apa?” tanyaku sambil tersenyum.
“Engga ko..” jawab ikha.
“Kenapa aku liat akhir-akhir ini kamu murung banget” Tanya ku heran.
“Kemana pun aku pergi kamu pasti ada di sampnig akukan?” Tanya Ikha tiba-tiba yang membuat aku makin heran
“Eeemmmm, pasti..” jawabku ragu.
Kita langsung saling mengaitkan kedua jari manis kita sambil berkata janji.
Ke esokan harinya tiba-tiba ada yang datang kerumahku menggunakan seragam, aku kira itu sodaraku ternyata Ikha, dia mengajakku untuk berangkat sekolah bersama.
“Ciieee, siapa tuh? Pacar ya?” kakaku menggoda.
“Bukan, ini Cuma sahabat ko..” jawabku malu.
Ikha hanya tersenyum dan mukanya memerah, jam demi jam pun berlalu, hari ini ikha deket banget dengan ku, hampir-hampir dia lupa mau mengajak ku untuk mengantarnya ketoilet, pada saat itu kami semua tertawa, tepat di gerbang sepulang sekolah, tiba-tiba di perbincangan, Ikha meminta ku untuk terus mengantarkannya pulang selama 2 hari ke depan, dan Ikha juga ingin setiap hari berangkat sekolah bersama ku. Aku menyetujuinya, karena aku merasakan pasti ada yang tidak beres dengan keadaan Ikha saat ini.
Kemana pun Ikha pergi pasti dia mengajakku, entah ke toko buku, ke mall atau yang lainnya, aku melihat sikap Ikha yang berubah, dia banyak memurungkan wajahnya, kelihatannya dia sangat sedih. Sesekali dengan tiba-tiba Ikha menjatuhkan air mata, entah kenapa, kesedihannya itu sangat aku rasakan.
Dirumah, aku tiba-tiba mengingat janji yang kita berdua nyatakan, dan tak terasa juga sudah 2 hari, suara nada sms pun terdengar, ternyata itu dari Ikha, aku heran kenapa dia hanya menuliskan tanggal, lalu aku cek tanggal itu, itu adalah tanggal dimana aku dan ikha berkenalan, lalu aku balas sms darinya ”masih inget aja kamu”, setelah beberapa jam tak ada sedikit pun suara dari hpku.
Saudaraku tiba-tiba datang ke rumah ku, nih ada kado dari ikha, firasatku benar, lalu aku buka kadonya, isinya kalender dan sepucuk surat, aku tidak tau apa yang di rencanakannya, gak kerasa yah udah 1 bulan 2hari kita kenal, “Lebih cepat dari hari di kalender”, Cuma itu kata-kata yang ada di dalam suratnya, aku sudah merasakan sedikit kepedihan.
Keesokannya aku pergi kesekolah sendirian, Ikha tidak masuk, katanya sih izin.
Sepulang sekolah, lalu aku pergi ke rumahnya tidak ada siapa-siapa, lalu saudaraku keluar, dari rumahnya.
“Lagi apa kamu?” tanyanya.
Aku hanya terdiam, dan merasakan pedihnya ditinggalkan oleh orang yang di sayangi.
"Ikha pergi, dia bilang padaku, untuk tidak bilang pada siapa pun, apalagi sama kamu, semoga kamu tabah dengan kepergian Ikha kembali ke Jakarta. Ikha tidak mau kamu bersedih, karena kesedihan kamu adalah dukanya. Ikha bilang kamu memberikan kenangan yang terindah.." ujar saudaraku.
Aku pun hanya bisa meneteskan air mata.
Kalender ini memang kenangan terindah dari Ikha, banyak sekali kenangan yang di berikan oleh Ikha, dan saat ini aku akan menjalani hari yang sepi, aku lemah tanpanya. Dengan kepergiannya mengajarkan aku untuk yakin selalu bersamanya dalam suka mau pun duka, dan tidak menyianyiakan kesempatan. Perpisahan ini bukan akhir dari segalanya, aku yakin suatu saat nanti aku akan bertemu dengannya.
‘’Mudah-mudahan..’’ batinku.


JKT48 at EXTRAVAGANZA TransTV 21-06-2013



Cukup lama tidak acara variety show EXTRAVANGANZA dalam bentuk komedi yang tekenal di tahun 2009 dan tayang di TransTV.Kini EXTRAVANGANZA hadir kembali setiap Jum'at pukul 19.15WIB, dalam episode kali ini JKT48 menjadi salah satu guest star. 

JKT48 membawakan lagu hits mereka saat ini yaitu RIVER membuat member JKT48 terlihat berbeda dan menghilangkan image kawaii di lagu ini. Sayangnya, JKT48 hanya menyanyikan sebuah lagu di akhir acara sebagai penutup dan itu pun harus di cut. Betolak belakang dengan stage yang bagus dan pengambilan gambar dari kameran yang cukup baik.



JKT48 at DahSyat Musik RCTI 22-06-2013


JKT48 Trainee at Dahsyat 22-06-13
JKT48 kembali menjadi bintang tamu di DahSyat Musik hari ini (22/06). DahSyat pada hari ini dimulai pukul 09:00 WIB. Untuk kali ini adalah giliran Team Trainee. JKT48 Trainee kali ini membawakan Lagu Theater mereka yakni, Boku No Taiyou. Keceriaan hari ini semakin lengkap dengan datangnya banyak Fans JKT48 yang selalu setia mendukung JKT48.

Sebelum membawakan Boku No Taiyou, 4 orang member Trainee yakni, Noella, Octi, Tata, dan Naomi sempat diundang ke Stage untuk menyanyikan lagu Khas Jakarta yakni Ondel-Ondel dan Jali Jali. 4 members tersebut ditemani oleh 4 orang personil dari Cherrybelle yakni, Kezia, Anisa, Christy, dan Felly.

JKT48 Trainee Talk Session - Part 1

 JKT48 Trainee Talk Session - Part2

 
  JKT48 Trainee - Boku No Taiyou

Itu dia kegiatan JKT48 Trainee di DahSyat hari ini. Jadi jangan sedih ya buat yang gak bisa nonton. Oh iya, sekarang JKT48 belum menjadi Top Chart di DahSyat nih, buat kalian yang ingin JKT48 menjadi peringkat 1, kalian bisa mention langsung ke @dahsyatmusik. Jangan lupa sebutkan Penyanyi dan Lagunya yakni 'JKT48 - River'.
Last, Keep Love and Support JKT48 !


JKT48 at Konser Istimewa Konser HUT DKI Jakarta SCTV 22-06-13



Konser Istimewa HUT ke 486 DKI Jakarta live dari Cakung, Jakarta pukul 21.30 WIB yang disiarkan oleh SCTV, dalam rangka menyambut hari jadi Jakarta ke 486 yang jatuh pada 22 Juni 2013. Dan inilah persembahan SCTV berupa program spesial konser istimewa HUT Jakarta bertajuk "I Love JKT 486". Sejumlah penyanyi dan grup band Indonesia yang akan ikut memeriahkan konser termasuk JKT48 yang malam ini menghibur pemirsa setia SCTV khusus untuk Jakarta.

Fans JKT48 telah lama menanti penampilan idolanya dengan menunggu berjam-jam, akhirnya JKT48 Trainee tampil membawakan lagu Heavy Rotation pukul 23.24 WIB dengan formasi 16 member menggunakan seifuku Iiwake Maybe terlihat dengan lightstick yang selalu menghiasi setiap penampilan JKT48. Lagu kedua yang dibawakan JKT48 adalah Boku no Taiyou yang merupakan judul dari salah satu lagu di seltist Boku no Taiyou yang biasa JKT48 Trainee bawakan saat theater.

Stage yang cuup luas dihiasi artibut kesenian rakyat khas betawi Ondel-ondel yang didukung dengan lampu sorot warna-warni menambak semarak suasana. Konser disiarkan secara semi-live (karna sebagian disiarkan live) dari Lapangan PIK (Perkampungan Industri kecil), Cakung Jakarta Timur ini padati oleh ribuan orang yang turut memeriahkan perayaan ini.





Migikata (Bahu Kanan)




Tak seperti biasanya, Takamina hari ini cenderung kurang bersemangat. Konsentrasinya sering pecah disaat latihan kali ini. Dirinya yang menjadi kapten dan pemimpin bagi member lainnya merasa bersalah. Beberapa perintahnya kini sering diabaikan oleh member lain.
“Takamina, bagaimana kalau pada bagian ini tangan kita seperti ini?” usul Yuko sambil mengangkat tangannya dan menunjukkan jari telunjuknya ke atas.
Takamina hanya diam. Dia melamunkan sesuatu.
“Hey, Takamina.. Bagaimana?”
“Apa? Oh, iya. Kurasa itu bagus..” jawabnya tersendat-sendat.
Latihan kembali dimulai. Takamina yang biasanya bersemangat, hari ini tampak lemas. Tak terasa latihan selesai. Walau begitu, Takamina masih belum bisa mendapatkan dirinya kembali. Ia yang biasanya meminta waktu tambahan untuk latihan, kali ini pun pulang awal. Tak seperti biasanya, ia selalu meminta member lain untuk berlatih lagi walaupun waktu latihan telah usai. Hal itu sering ia lakukan agar performa mereka lebih bagus. Namun, hari ini ia justru pulang cepat. Member lain pun memiliki perasaan yang kurang enak karena itu. Mereka mulai berpikiran bahwa Takamina sedang ada masalah.
“Kenapa Takamina?” Tanya Mariko.
“Aku tidak tahu. Dia tidak seperti biasanya..” jawab Kojima.
“Sudah. Kita biarkan saja dia sendirian. Biarkan dia selesaikan masalahnya dulu. Kita lanjut latihan lagi!” ajak Yuko.
“Baiklah, ayo!” tambah Sayaka.
“Maaf, tapi aku mau pulang awal saja..” kata Acchan tiba-tiba.
“Apa? Kenapa? Apa kau puas dengan latihan tadi?” Tanya Yuko.
“Sebenarnya aku kurang puas. Tapi aku pikir Takamina lebih membutuhkanku..” jawabnya tersenyum lalu meninggalkan ruang latihan itu.
“Acchan..” batin Tomochin.
Acchan keluar dari ruang latihan dan pergi untuk menyusul Takamina.
“Kalau begitu, Acchan pergi. Dia lebih mengenal Takamina dari pada kita. Ayo kita lanjutkan latihan ini..” ucap Mariko. Tomochin, Miichan dan Kojima tersenyum mendengar itu. Mereka member generasi pertama memiliki ikatan batin yang kuat.
Mereka lantas kembali berlatih. Lagu demi lagu mereka latih. Baik blocking, koreo, dan lainnya. Tak hanya itu, seperti biasa, mereka juga saling membenarkan satu sama lain jika ada yang melakukan kesalahan. Sementara itu..
“Kau selalu ada saat aku membutuhkan seseorang. Aku mengerti bagaimana perasaanmu sekarang. Kau pasti sedang dalam masalah..” pikir Acchan sambil berjalan menuju stasiun.
Di stasiun, ia melihat Takamina sedang duduk sendirian di sebuah kursi panjang. Wajahnya menunduk kebawah dan terlihat sedih. Acchan lantas pergi membeli dua botol minuman segar di dekat sana.
“Ini, minumlah..” kata Acchan sambil memberikan sebotol minuman segar.
“Acchan..” ucap Takamina lirih lalu menerima minuman itu.
Mereka meminum minuman itu bersama. Acchan melihat sorot mata Takamina yang sedang dalam kesedihan. Ia tahu, cahaya semangat yang biasanya ada di mata Takamina, kali ini tidak terlihat. Mimik muka Takamina pun berbeda dari biasanya. Acchan sangat mengenalnya, lebih dari yang lain.
“Kau sedang dalam masalah?” Acchan membuka pembicaraan.
“Tidak..” kata Takamina singkat.
“Jangan berbohong. Aku sudah bersamamu lebih dari 6 tahun. Aku sangat mengenalmu..”
“Sepertinya aku memang tidak bisa berbohong kepadamu..”
“Iya.. Begitu juga aku..”
Takamina lalu menatap Acchan setelah ia mengatakan hal itu. Ya, Takamina memang orang yang paling memahami Acchan. Begitu juga sebaliknya. Saling berbohong satu sama lain rasanya tidak mungkin.
“Sebenarnya, ibuku sedang sakit. Dan dirumah tidak ada yang merawatnya. Karena itulah pikiranku kacau. Aku bingung antara mengutamakan kesehatan ibuku atau fokus pada rutinitasku di AKB48..” jelas Takamina pelan.
“Kenapa kau tidak meminta dokter atau perawat untuk menjaganya?”
“Sudah beberapa kali aku usul seperti itu, namun ibuku menolak. Simpan saja uang itu untuk masa depanku nanti, katanya..”
“Hmm..” Acchan ikut merasakan kesedihan itu.
“Aku berpikiran, apa aku lebih baik lulus dari AKB48 dan menjaga ibuku.. Tapi di AKB48 aku memiliki mimpiku. Dan disana aku bisa menjadi diriku. Namun, tidak kali ini..”
“Sama denganmu, aku sudah puluhan kali berpikiran untuk lulus dari AKB48..”
“Apa? Mengapa?”
“Sebenarnya, aku tidak pernah berpikiran menjadi idola dari kecil..” kata Acchan tersenyum.
“Acchan..” lirih Takamina.
“Kadang mendapatkan posisi center justru memberikan tekanan kepadaku. Banyak mata tertuju padaku, sedangkan aku merasa bahwa diriku kurang pantas mendapat posisi itu..”
“Tapi kau memang center kami. Dan dibelakangmu, kami percaya kepadamu..”
“Hehe.. Takamina, itulah bebanku sebagai seorang center. Orang-orang dibelakangku percaya padaku, tapi aku sendiri kadang tidak percaya diri. Apa aku bisa? Apa aku mampu berada di depan yang lainnya? Pertanyaan seperti itu sering aku pikirkan setiap sebelum tampil..” jelas Acchan.
“Kau mengingatkanku kepada kata-kata Akimoto sensei saat itu.. Saat kita tampil buruk di hari pertama di Seibu Dome. Ketika itu Akimoto sensei berkata padaku, pertama-tama setiap member harus menyelesaikan masalah pribadinya terlebih dahulu. Karena itu, aku mencoba menyelesaikannya.. Dan aku berhasil..” kata Takamina.
“Kalau begitu, mengapa sekarang kau tidak melakukan hal yang sama?”
“Maksudmu?”
“Ya, seperti kata Akimoto sensei.. Kau harus menyelesaikan masalah pribadimu terlebih dahulu..”
“Benar juga.. Aku harus menyelesaikan masalah ini. Aku tidak ingin membuat yang lainnya khawatir karena aku.. Kalau begitu, aku akan pulang ke rumah dan merawat ibuku..”
“Ini baru Takamina yang aku kenal selama ini. Aku akan ikut denganmu..”
“Apa?”
“Ya, aku akan menginap dirumahmu dan ikut merawat ibumu. Boleh kan?”
“Terima kasih, Acchan..”
Lalu mereka naik kereta dan pulang ke rumah Takamina. Sesampainya disana, Takamina langsung menjaga dan merawat ibunya. Begitu pula Acchan. Mereka membuatkan makanan, minuman, dan menyiapkan obat untuk ibu Takamina. Meski bukan ibu kandung Acchan, tapi ia sudah cukup dekat dengan ibu Takamina karena ia juga sering bermain ke rumah Takamina sepulang latihan.
•●•
Tak terasa hari baru tiba. Takamina bangun dan kaget karena ibunya sudah tidak ada di kasur kamarnya. Semalaman ia menjaganya, namun pagi sekali seperti ini, ibunya sudah tidak ada. Ia keluar membangunkan Acchan dan mencari ibunya. Ternyata ibunya sudah berada di halaman rumahnya. Ibunya sudah menyirami bunga-bunga di halaman. Takamina senang melihat hal itu. Setelah beberapa hari taman bunga itu tidak terawat, kini ibunya sudah bisa kembali merawat bunga-bunga indah itu.
“Ibu.. Apa ibu sudah sehat?” Teriak Takamina dari depan pintu.
“Iya, ibu sekarang sudah sehat. Terima kasih..” jawab ibunya.
Takamina menitikkan sedikit air mata. Ia sangat senang ibunya bisa kembali sehat. Acchan yang melihat itu lalu memberikan bahu kanannya untuk tempat bersandar Takamina. Ia tahu, Takamina kini telah kembali. Raut sedih sudah hilang dari mukanya, cahaya semangat di matanya telah kembali.
“Takamina, ayo kita bersiap-siap dan berlatih!” ajak Acchan.
“Baiklah!” ucap Takamina semangat.
Setelah mandi dan selesai semua persiapannya, mereka berangkat ke Akihabara untuk kembali berlatih. Hari ini mereka memiliki jadwal pertunjukkan theater, karena itu mereka tidak boleh terlambat.
Dan sampailah mereka di tempat latihan. Member lain sudah menunggu mereka berdua.
“Aku, Takahashi Minami minta maaf kepada kalian semua karena kejadian kemarin. Aku memiliki sedikit masalah pribadi, karena itu kemarin aku tidak bisa konsentrasi saat latihan. Maaf telah membuat kalian semua khawatir. Tapi hari ini, aku telah kembali seperti biasanya. Masalahku sudah terselesaikan. Karena itu, mohon bimbingannya!” jelas Takamina. Acchan yang berdiri di sampingnya bahagia mendengarkan hal itu.
“Takamina..” batin Mariko. Tomochin, Miichan, Kojima dan semua yang berada di ruangan itu pun senang. Mereka mendapatkan pemimpin mereka kembali.
“Kalau begitu, ayo kita kembali berlatih. Jangan buang waktu, kapten!” kata Yuko.
“Ya!” ucap Takamina semangat.
Mereka berlatih. Kali ini Takamina berlatih dengan penuh semangat. Semangat yang dipancarkan Takamina dirasakan oleh member lain dan memberikan pengaruh baik kepada lainnya.
•●•

“Mari kita berikan penampilan terbaik kita. Meski ini hanya theater biasa, dan penontonnya tidak banyak seperti saat kita tampil dalam konser, tapi kita harus memberi mereka kepuasan. Buat mereka bahagia karena melihat kita. Di tempat inilah AKB48 lahir. Maka dari itu, di tempat suci ini jangan buat mereka kecewa..” jelas Takamina.
“AKB…. 48!” teriak mereka bersamaan.
Theater dimulai. Overture sudah berbunyi. Suara chant dari fans yang memenuhi ruang theater itu pun terdengar keras sampai di backstage. Tak lama kemudian mereka tampil. Lagu demi lagu mereka bawakan, sampai lagu terakhir. Dan tak terasa, theater telah usai. Kini saatnya sesi hi-touch.
“Takamina, walau kau dalam masalah, jalan keluar pasti ada..” kata salah seorang fans kepada Takamina disela hi-touch. Acchan yang berada disamping Takamina juga mendengar itu, dan ia hanya tersenyum.
“Terima kasih!” kata Takamina kepada fans itu sambil tersenyum bahagia.
Tak lama setelah itu, mereka semua pulang. Hari ini seperti kemarin, Acchan pulang bersama Takamina. Di dalam kereta, Acchan terlihat mengantuk. Acchan lalu menyandarkan kepalanya di bahu kanan Takamina. Takamina mengetahui hal itu dan membiarkannya. Bagi Takamina, hal itu sudahlah biasa. Acchan selalu melakukannya setiap ia merasa tidak nyaman. Begitupun Takamina. Bagi keduanya, saling bersandar di bahu mereka satu sama lain merupakan kenyamanan tersendiri. Kehangatan itu terasa indah.
“Acchan.. Kau pasti lelah karena kemarin telah merawat ibuku dan hari ini kau tampil sangat bagus di theater.. Kau hebat.. Terima kasih..” batin Takamina sambil tersenyum kecil.


Aku mengistirahatkan bahuku, di bahu kananmu..
Sedikit menyandarkannya dengan lembut..
Rasanya semua kecemasanku menghilang..
Dan aku penuh dengan kebahagiaan..
Terkadang aku mengistirahatkan hatiku, di bahu kananmu..
Walaupun aku merasa cemas..
Aku selalu bisa nyaman setiap saat dengan kehangatanmu..
Hingga kini kita berdua tampak masih berjalan bersama..
Begitu indah..
~ END ~


JKT48 Missions TRANS|7 Episode 1



JKT48 Missions yang merupakan program reality show terbaru TRANS|7 akhirnya tayang perdana hari ini (23/06) pukul 10.45-11.30 WIB. Untuk Opening Theme Song "JKT48 Missions" adalah 'Mirai No Kajitsu' yg dibawakan oleh JKT48 Trainee.

Sinopsis:
Mengangkat kegiatan Idol Grup JKT48 di setiap episodenya, JKT48 akan menampilkan misi sosial dan misi-misi seru lainnya dengan tujuan akhir mencapai target yang diinginkan. Menghibur penghuni panti jompo sampai mengajar di Taman Kanak-Kanak diharapkan dapat menginspirasi penonton terutama remaja. Tidak hanya menghibur namun tayangan reality show JKT48 Missions ini diharapkan dapat memberikan nilai edukasi yang menginspirasi anak muda. Mengangkat personality dari setiap member yang tidak hanya ceria dan berbakat di atas panggung, tapi juga menonjolkan sisi sosial mereka. Misi mengumpulkan dana untuk korban bencana alam, di sini team JKT48 yang terpilih harus bisa membuat konsep unik yang diaplikasikan untuk mencari dana misalnya dengan mengadakan car wash dengan menjual tiket atau menyamar dengan pantomim atau mengamen di sebuah tempat demi mencapai goal nya. Bagaimana seru dan ramainya sekumpulan anak-anak JKT48 ini dalam menyelesaikan misi mereka?

Di episode perdana ini sebagai prolog, JKT48 Missions menampilkan tantangan pertama dalam mistery box "Ganbatte!! You're Going To Japan", yang artinya member JKT48 akan pergi ke Jepang untuk mengikuti konser AKB48 Group Rinji Soukai "Shiro Kuro Tsukeyou Janaika!" bersama AKB48SKE48NMB48 dan HKT48. 16 Member JKT48 yang terpilih adalah Melody, Kinal, Haruka, Nabilah, Ghaida, Sonya, Ve, Cindy, Rena, Jeje, Beby, Frieska, Rica, Delima, Ayana, sementara Akicha sudah menunggu di Jepang. Mulai dari proses latihan, perjalanan ke Jepang, hingga berbagai kendala-kendala yang harus dihadapi JKT48 saat di Nippon Budokan.  




JKT48 at d'Liquid Cafe Makassar 23-06-13



Tepat hari Minggu kemarin (23/06), akhirnya JKT48 bisa melenggelar konser perdana mereka di Kota MakassarSulawesi Selatan tepatnya di d'Liquid Cafe Makassar. Sejak pagi, rombonggan fans JKT48 dari Makassar dan regional lain di Sulawesi sudah menunggu kedatangan Idola mereka di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Konser dimulai sekitar Pukul 16:00 WITA Open Gate 14.30 WITA, berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam membawakan 10 lagu hits diselingi dengan MC dari member JKT48 Team J. Tiket Fest. A 200rb, Fest. B 150rb dan masih bisa di dapatkan saat di venue d'Liquid Cafe Makassar.

Setlist saat JKT48 konser di d'Liquid Cafe Makassar
M00 -  Overture 
M01 - JKT Sanjou 
M02 - Kimi no Koto ga Suki Dakara 
M03 - Baby! Baby! Baby!
---MC1---
M04 - Aitakatta 
M05 - Gomen ne, Summer 
M06 - Ponytail to Chouchou 
---MC2---
M07- Heavy Rotation
Encore
EN1 - RIVER 
EN2 - Oogoe Diamond
---MC3---
EN3 - Hikoukigumo

JKT48 Makassar mengkonfirmasi mereka telah mengadakan Gath akbar Celebes sehari sebelum konser di gelar. Setelah konser berlangsung diadakan MnG dengan member JKT48 dengan kuota terbatas, di dalam MnG fans dapat beriteraksi dengan fans melalui games seperti Adu tatapan, dan Adu panco dengan member. Terdengar kabar ada salah satu fans yang pingsan karna adu tatapan dengan Jessica Veranda, namun JKT48 Makassar mengklarifikasi salah satu fans yang pingsan dikarenakan belum makan dan faktor kelelahan.












Rabu, 05 Juni 2013

Demi Sakina




Sore itu terdengar deru suara motor berhenti tepat didepan rumah Ayana. Mamanya yang penasaran pun mengintip dari balik jendela, ternyata terlihat Ayana yang diantar pulang oleh seorang cowok.
“Siapa cowok itu Yan?” Tanya mama setelah cowok itu pergi.
“Cuma temen sekolah aja kok..” Jawabnya dengan nada terbata-bata. Karena merasa takut akan diintrogasi lebih lanjut oleh mama, Ayana pun bergegas masuk ke kamar.
Ketika mamanya sedang asyik menonton TV, Ayana menghampirinya sambil senyum-senyum sendiri. Sikap Ayana membuat mama curiga dan heran.
“Kamu kenapa sih Yan? Mesem-mesem gak jelas?” Ujar mamanya sambil menggelengkan kepala.
Awalnya mama menduga kalau Ayana minta tambahan uang jajan, tapi dugaannya meleset. Ternyata Ayana meminta diizinkan berpacaran saat dirinya berusia 17 tahun.
Mama Ayana terkejut, ia tak menyangka jika permintaan itu yang diajukan Ayana. Sebuah syarat pun diberikan sang mama pada Ayana untuk mendapatkan yang ia inginkan. Ia diperbolehkan punya pacar dengan syarat harus mencarikan kakaknya yang bernama Sakina seorang pacar.
Ayana shock? Ia terus protes namun keputusan mama tidak bisa diganggu gugat. Jika Ayana ingin diizinkan berpacaran, mau tidak mau ia harus mengikuti persyaratan itu.
Dikamar, Ayana uring-uringan marah-marah sendiri. Sakina yang merasa terganggu oleh sikap adiknya dengan sengaja melempar Ayana pakai bantal.
“Kenapa sih lo Yan..? Berisik banget !”
“Ini tuh gak fair buat gue kak” ungkap Ayana geram.
Sakina tak mengerti dengan omongan Ayana. Ayana menjelaskan tentang semua syarat yang diberikan mama padanya. Mendengar hal itu Sakina tak kalah terkejut. Dengan semangat 48 Ayana menyiapkan beberapa jurus terjitunya. Mulai dari memperkenalkan Sakina pada teman cowok di sekolahnya, hingga ditempat bimbel. Tapi tidak ada satupun cowok yang membuat Sakina tertarik. Namun hal itu tak membuat Ayana down, rencana kedua pun siap dilakukan.
Dunia maya memberinya ide, Ayana membuat sebuah group di facebook untuk mempromosikan Sakina, foto Sakina pun diupload sebanyak-banyaknya. Nomor handphone Sakina juga ditaruh disana agar cowok yang berminat bisa dengan mudah menghubungi dirinya. Tak perlu waktu lama, sudah ada beberapa cowok yang siap diperkenalkan dengan Sakina.
Tepat jam 5 sore Ayana dan Sakina pergi ke sebuah café tempat dimana mereka janji bertemu dengan cowok-cowok itu. Rencana kedua ternyata haurs kembali GAGAL karena menurutnya semua cowok itu sama sekali tidak ada yang sesuai dengan kriteria Sakina.
“Sorry Yan, semua cowok itu bukan tipe gue” Ujar Sakina cuek.
Kata-kata itu membuat Ayana kecewa. Ia merasa kalau Sakina sama sekali tidak menghargai usahanya. Jika Ayana tak berhasil mendapatkan cowok untuk Sakian, itu tandanya sang mama pun tak mengizinkan dirinya berpacaran. Sekarang pikiran Ayana buntu, otaknya tak mampu berfikir untuk mencari jalan keluar. Zafran, si guardian angel pun datang dengan ide cemerlang. Zafran memberikan saran agar Ayana merubah gaya penampilan Sakina dari yang tomboy menjadi feminim.
Saat Ayana memberitahu agar Sakina merubah gaya penampilannya ternag-terangan Sakina menolak. Menurutnya untuk membuat cowok tertarik tak perlu jadi cewek feminim. Ayana memberikan alasannya dan akhirnya Sakina luluh juga.
Ayana mengajak Sakina ke salon langganannya untuk melakukan perawatan dan change style-nya Sakina. Kemudian mereka pergi ke suatu butik, sebelumnya Ayana sudah janjian dengan Zafran untuk memperlihatkan hasil make over Ayana merubah gaya penampilan kakaknya menjadi feminim.
Pertemuan itu menimbulkan rasa penasaran Sakina akan sosok Zafran. Keinginan itu Sakina ungkapkan pada Ayana bahwa dirinya ingin mengenal lebih dekat dengan Zafran. Bagaikan tersambar petir disiang bolong, Ayana diam tak bisa berkata apa-apa.
“Kenapa harus Zafran…?” tanyanya dalam hati.
Diam-diam Ayana mencoba mendekatkan Sakina dengan Zafran, tapi tanpa diduga justru Zafran malah mengungkapkan perasaannya pada Ayana. Disini Ayana tambah bingung, bingung akan perasaannya sendiri terhadap Zafran, bingung bagaimana menghadapi rasa sayang Zafran padanya. Bingung karena Sakina mulai jatuh cinta dengan Zafran. Semua itu kini terus-menerus membayangi pikirannya.
Sepulang sekolah Sakina sengaja mampir ke sekolah Ayana untuk menjemput sang adik sekaligus bertemu dengan Zafran. Tetapi tanpa disengaja Sakina mendengarkan perkataan ungkapan sayang Zafran untuk Ayana. Sontak saja Sakina terkejut, ia langsung menghampiri Ayana dan Zafran yang sedang duduk dipinggir lapangan basket. Pertengkaran pun terjadi, semua kekesalan yang ada dihati Sakina keluar begitu saja tanpa mendengarkan penjelasan Ayana. Zafran, penyebab pertengkaran itu mencoba melerai tetapi malah ia terkena bogem mentah Sakina.
Ayana sama sekali tak menyangka akan seperti ini jadinya. Ayana yakin saat ini Sakina sangat membenci dirinya. Permintaan maafnya juga tak mendapat respon apapun. Berulang kali Zafran menelponnya tapi tak ia hiraukan. Sakina juga bersikap cuek dan terkesan menjauhinya.


***
 

Hari-hari yang ditunggu Ayana datang. Hari dimana dirinya tepat berusia 17 tahun. Semula, party ini begitu ia idam-idamkan akan menjadi pesta yang spesial sepanjang hidupnya. Tapi setelah peristiwa kemarin, ia tak bisa bersikap apa-apa.
Teman-teman Ayana sedari tadi sudah menunggu dilantai bawah. Mama mencoba membujuk agar dirinya mau turun. Usaha mama tak juga berhasil, mama meminta tolong pada Sakina siapa tau dengan dibujuk Sakina, sang adik akan nurut.
Untuk sementara waktu, ia harus menghilangkan rasa kesal dan amarahnya dihari istimewa sang adik. Akhirnya Ayana pun mau turun ke lantai bawah dan menemui teman-temannya. Acara party sweet 17 Ayana dimulai. Setelah memotong kue ulang tahun, semua berpesta dengan menyetel lagu “Namida Surprise”.
Didepan teman-teman dan Zafran, Ayana menunjukkan senyum manisnya tanpa memperlihatkan kebingungan hatinya karena peristiwa pertengkaran waktu itu.
Setelah acara selesai, Ayana, Sakina, dan Zafran sengaja bertemu di taman belakang rumah untuk menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi kemarin. Zafran akui, sejak lama ia menyukai dan punya rasa lebih dari sekedar teman untuk Ayana tapi tak berani mengungkapkannya karena ia tau kalau Ayana belum mendapat izin berpacaran dari mamanya. Zafran juga mengungkapkan kalau ia menganggap Sakina sebagai teman biasa. Sakina sekarang mengerti, semua ini hanya salah paham.
“Kamu mau jadi pacar Zafran..?” tanya Sakina pada Ayana.
Ayana terlihat bingung menentukan pilihan. Jantung Zafran berdetak tak karuan.
“Jawab dong Yan…?!” pinta Zafran.

Ayana tetap saja diam, ia meminta waktu untuk berfikir.
“Maaf ya Fran, kita sahabatan aja. Aku merasa nyaman dengan persahabatan ini, aku takut semua akan rusak karena cinta.” Ucap Ayana
Zafran pun mengerti alasan yang Ayana berikan. Ia juga tak merasa keberatan, karena mungkin PERSAHABATAN akan terasa lebih indah. Rasa sayang Zafran juga tidak sepenuhnya sia-sia karena Zafran tetap bisa melampiaskan rasa sayangnya sebagai sahabat.


Read more: http://www.jkt48fans.com/2013/06/demi-sakina.html#ixzz2VP5l6U7A