Senin, 29 April 2013

JKT48 at Nippon Budoukan Japan 28-04-13



AKB48 Group Rinji Soukai "Shiro Kuro Tsukeyou Janaika!"

Venue: Nippon Budoukan, Tokyo
Date: (Sunday) 28 April, 2013 


Minggu, Pukul 17.30 JST/ 15.30 WIB Konser day ke 4  AKB48 Nippon Budokan yang disiarkan di official channel  youtub AKB48 itu Tercatat mampu menyedot  hingga 102,811 orang yang menonton konser ini, selain AKB48 dan juga sister groupnya di jepang yang hadir dalam event tersebut, tak ketinggalan pula JKT48 hadir manampilkan beberapa lagu mereka.

 Dalam konser ini JKT48 ambili 2 sesi yaitu siang dan sore. Di sesi siang JKT48 menyanyikan lagu Kitagawa Kenji, Kimi no Koto ga Suki Dakara dan 3 lagu bersama 48 Family. Si sesi sore JKT48 menyanyikan single terbaru mereka yang akan segera dirilis yaitu RIVER!, berkolaborasi dengan HKT48 di lagu Kimi no Koto ga Suki Dakara, dan Heavy Rotation, Ponytail to Shushu dan Tenohira ga Kataru koto bersama 48 Family. 



JKT48 tampil di bawah lampu sorot penuh warna di atas stage yang sangat megah dipenuhi lautan lightstick yang mengelilingi Nippon Budoukan. Di Konser ini untuk pertama kalinya JKT48 membawakan lagu RIVER! secara on air yang membuat fans yang ada di Jepang terpukau. 16 Member JKT48 yang tampil: Kinal, Melody, Akicha, Haruka, Nabilah, Ghaida, Sonya, Ve, Cindy, Rena, Sonya. Jeje, Beby, Frieska, Rica, dan Delima.


[HD] JKT48 - RIVER @ Nippon Budoukan 2013-04-28

JKT48 ft. HKT48 - Kimi no Koto ga Suki Dakara @ Nippon Budokan 2013-04-28

48Family - Ponytail to shushu @ Nippon Budokan Live 2013-04-28

48Family - Tenohira ga Kataru Koto @ Nippon Budokan Live 2013-04-28



JKT48 at dahSyat RCTI OKE Rek Surabaya 28-04-13




 Pagi ini JKT48 Trainee  hadir di acara musik dahsyat RCTI OKE Rek Surabaya yang tayang pukul 09.00wib hingga pukul 11.00wib, acara yang masih dalam rangka RCTI goes to Surabaya selama 3 hari ini menghadirkan hiburan, games serta sepeda sehat untuk warga Surabaya dan sekitarnya. JKT48 Trainee tampil dengan 7 member membawakan lagu Gomene, Summer di Grand City Surabaya disertai dengan alunan chant dan ligthstick dari fans yang selalu setia di setiap penampilan JKT48. 

JKT48 Trainee - Gomen ne, SUMMER @ dahSyat RCTI OKE Rek Surabaya 28-04-2013



Sabtu, 27 April 2013

JKT48 at Konser Kota Terang Hemat Energi Surabaya RCTI 27-04-2013




Sabtu 27 april, JKT48 at "Konser Kota Terang Hemat Energi" bersama Philips LED. (Lap.Kodikmar Gunungsari) Surabaya, Open Gate pukul 13.00 WIB .Tayang di RCTI malam ini pukul 22.00 WIB. Penampilan pertama dibuka oleh 16 member JKT48 Trainne membawakan lagu Heavy Rotation dan di segment 3 membawakan lagu Mirai no Kajitsu menggunakan seifuku Iiwake Maybe. Sebenarnya saat live, JKT48 membawakan 4 lagu tapi RCTI tidak menayangkan saat JKT48 membawakan lagu Kimi no Koto ga Suki Dakara dan Gomenne, Summer menggunakan seifuku Gomenne, Summer.

JKT48 Team J tidak tampil di konser ini dikarenakan sedang berada di Jepang untuk Konser AKB48 di Nippon Budoukan hari ke-4 dan kalian bisa Live Streaming pada pukul 17.30 JST/15.30 WIB 

JKT48 Trainee - Baby! Baby! Baby! @ Konser Kota Terang Hemat Energi RCTI 27-04-2013

JKT48 Trainee - Mirai no Kajitsu @ Konser Kota Terang Hemat Energi RCTI 27-04-2013

[Fancam] JKT48 - KiminoKotogaSukiDakara + Gomen ne Summer @ Konser Terang Hemat Energi RCTI 27-04-2013



Kamis, 25 April 2013

JKT48 at Hitam Putih TRANS7




JKT48 at Hitam Putih, malam tadi untuk kedua kalinya JKT48 tampil sebagai guest star di acara Talk Show hitam putih TRANS7. setelah sebelumnya pada Juni 2012 lalu juga sempat di undang di acara yang sama. acara yang di hadiri oleh 16 member Team J ini berlangsung meriah dengan candaan dan tawa oleh host, member dan juga fans yang menontonnya.
acara di buka dengan performance Gomen ne Summer  Team J dengan formasi 16 member.
Stella, Shania, Nabilah Kinal, Ve, Jeje, Panda, Sonia, Rena, Cindy, Sendy, Dhike, Ayana, Delima, Gaby dan Beby. Segmen kedua di isi dengan pemutaran video suasana Theater JKT48 Segmen 3 semua member bermain games dan di lanjut dengan quotion of life, dimana para member di beri pertanyaan oleh Deddy Corbuzier dan

Segmen 4 dengan #AskYourDaddy dimana sebelumnya twitter HitamPutih telah membuka atau menawarkan kepada followers untuk bertanya langsung kepada Deddy Corbuzier via mention dan akan di jawab langsung di episode ini. para member seperti Stella, Shania dan Ve pun ikut serta dalam sesi AskYourDaddy ini dan Segmen terakhir di tutup dengan performance Team J 16 member dengan Baby Baby Baby

credit: 


konser JKT48 Warnai Harimu






Setelah sekian lama di nanti akhirnya mega konser JKT48 jilid 2 pun tiba juga, konser yang bertema JKT48 Warnai Harimu ini berlangsung selama 90 menit dengan di isi performance JKT48 Team J dan Trainee dan juga performance para bintang tamu. event yang sekaligus memperingati lounching Album pertama JKT48 ini berlangsung di studio 8 RCTI dan di hadiri ratusan fans.

pada segmen pertama di buka dengan Overture dan Heavy Rotation dengan formasi Team J + Trainee, berikut videonya:



Segmen kedua giliran Team J membawakan lagu bonus untuk setlist RKJ yaitu Oogoe Diamond




Segmen 3 di isi dengan performance 7 member dari team J membawakan Gomen ne Summer, dalam sesi ini juga ada penampilan magic dari master Boy Vernon




Segmen 4 kembali member Team J dan juga Trainee berkolaborasi bersama menampilkan Baby Baby Baby




Selanjutnya member Trainee untuk pertama kalinya menampilkan lagu theater mereka di setlist Pajama Drive, dalam sesi ini juga di umumkan 3 pemenang twitt terbagus yang setiap pemenangnya akan mendapatkan 2 tiket theater, T-shirt dan Album CD JKT48.

 

Di segmen terakhir team J kembali menyanyikan lagu lawas mereka yaitu kimi no koto ga suki dakara, dan sebelum acara berakhir sebagai penutup team J kembali menyanyikan salah satu lagu di setlist terbaru mereka Hikoukigumo



Tulang Rusuk Yang Hilang






Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.

Dara : "Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?"

Raka : "Kamu dong?"
Dara : "Menurut kamu, aku ini siapa?"
Raka : "(Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.” 

Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas.


Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, “Kamu nggak cinta lagi sama aku!”


Raka sangat membenci ketidak dewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak, “Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!” Tiba-tiba Dara menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar. Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan.


Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. 


“Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing. ” 


Lima tahun berlalu….. Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya. 


Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara. Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di bandara, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan
 dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling
mau lepas.

Raka : "Apa kabar? 

Dara : Baik… ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?"
Raka : "Belum."
Dara : "Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut."
Raka : "Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang berubah."

Dara tersenyum manis, lalu berlalu. “Good bye….” 


Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan , mati. Malam itu, sekali lagi, Raka meneguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan..


" Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal "

Rabu, 24 April 2013

Usaha Keras Tak Akan Mengkhianati - Edisi Padang





Jika waktu dapat ku ulang kembali, maka akan ku lakukan itu...

Senin, 01 April 2013 aku terbangun dari tidur ku. Di 1 April yang indah, pertama yang ku lakukan adalah membuka laptop, dan update status twitter untuk tiga bidadari yang akan ku jumpai nanti siang, mereka Nabilah, Sonya, dan NoellaSetelah itu aku segera bergegas untuk bersiap ke sekolah. Sebelum ke sekolah aku kembali meminta izin kepada orang tua untuk berangkat ke Padang siang ini. Setelah izin ku dapat, aku berpamitan dan berangkat sekolah.
Pukul 07:15 aku sampai di sekolah dengan perasaan hati yang cenat-centut tidak karuan, hal yang ada di pikiran ku adalahNtar mau ngobrol apa? Ntar telat nggak ya? Aduh, malah teman yang mau nemenin belum datang? Ah, nggak jadi nih.. Tak lama kemudian bel berbunyi dan teman yang di tunggu datang.
Selesai upacara aku segera menuju ke kelas untuk melakukan pelajaran pertama, yaitu pelajaran bahasa Inggris. Selama pelajaran aku hanya bisa memperhatikan jam yang ada di tangan kiri ku, sesekali aku menguap karena ngantuk dan lapar, dan tak lupa aku untuk memantau tweet member yang datang.
Tak terasa pelajaran selesai. Aku bergegas bangkit dan berjalan ke kelas sebelah untuk menemui teman ku. Setelah itu kami bersama untuk meminta surat izin pulang kepada guru piket. Kejaiban pertama terjadi, setelah kami tanya ternyata hari ini tidak belajar full hingga sore, maka kami gunakan kesempatan itu untuk pergi ke Padang lebih awal. Surat sudah di tangan, aku dan teman ku bergegas mencari ojek terdekat dan pulang untuk berganti pakaian. Lapar dan ngantukpun sirna seketika.
Sesuai janji dengan pihak travel bahwa kami akan berangkat jam 11.00 siang ini ke Padang. Aku duduk di tepi jalan menunggu travel yang akan mengantarku ke Padang, tapi setelah menunggu 30 menit travel tak kunjung datang. Setelah di hubungi kembali ternyata si supir travel sedang istirahat, dan aku kembali menunggu sambil terus memantau tweet member.
•●•

Pukul 12:18 travel datang, dan kami berangkat ke Padang. Selama perjalanan aku selalu risih. Di satu sisi aku senang tapi di sisi lain sedih, perasaan ku berubah menjadi sangat random. Memikirkan apa yang akan terjadi nanti. Beberapa kegalaun terjadi di jalan, ada yang mengabarkan bahwa Padang sedang turun hujan, dan tiba-tiba aku membaca tweet Noella yang mengatakan bahwa acara di percepat dari yang akan selesai jam 04:00 menjadi sampai jam 03:30. Disana aku mulai berdoa, aku kembali mengharapkan keajaiban dari Tuhan.
Pukul 14:48 aku sampai di Padang, Tuhan mendengar doa ku. Hujan yang tadinya turun dengan lebat mulai reda menjadi gerimis. Aku turun dari travel dan mencari angkot untuk menuju tempat janjian dengan Papa teman ku, karena hanybeliau yang tau daerah Padang. Beberapa menit menunggu di bawah hujan, Papa teman ku muncul. Kami mulai mencari lokasi Sushi FM, dalam hati aku terus berdoa dan berdoa.
Kami menuju Sushi FM. Disini aliran darah ku mulai cepat, jantung ku berdetak sangat cepat, aku mulai salting duluan. Aku kehilangan akal sehat, ini bukan lebay, tapi ini nyata. Ini baru terjadi setelah 15 Tahun hidup! Ya hanya hari ini. Hari ini aku merasa belum terbangun dari tidur ku, dan ini hanya sekedar mimpi.
•●•

Pukul 15:00 sampailah aku di Sushi FM. Lokasi sudah ramai oleh Fans JKT48, aku turun dari mobil, berjalan di kerumunan Fans JKT48. Ntah mengapa saat berjalan beberapa Fans memperhatikan ku, aku tidak ambil pusing aku membalas semua dengan senyuman, jantung ku makin berdebar tak karuan, aku mulai berkeringat dingin. Sesampainya di depan pintu aku sempat bertanya pada staff tiket, setelah info yang ku dapat cukup, aku segera memberi uang sebesar Rp.150.000 dan mendapat 3 tiket putih, sedangkan teman ku memegang 2 tiket putih. Setelah mendapat tiket salah seorang staff menghantar kami masuk keruangan yang akan mempertemukan kami dengan tiga bidadari cantik.
Dari luar aku sudah bisa melihat gerak-gerik member di dalam, aku bisa mengenali salah satunya NabilahJantung ku makin berdebar, aku merasakan hal yang tak pernah ku rasakan sebelumnya. Aku berjalan pelan-pelan, di ruangan itu ada beberapan staff yang sedang duduk sambil memegangi kamera mereka masing-masing. Dan sampailah aku di hadapan tiga orang member yang sudah tak asing bagi ku. Dari kiri ada Nabilah dengan kaos putih dan celana jenas di atas paha, di tengah ada Sonya juga dengan kaos putih dan celana jeans panjang, dan di kanan ada Noella dengan kaos merah dan jeans di atas paha. Melihat kehadiran kamimereka segera bangkit dan sedikit merapikan pakaian mereka. Lalu mereka menyambut dengan senyum penuh warna.
“Hai kakak-kakak!” Ucap mereka serentak sambil melambaikan tangan pada kami. Sekarang jarak kami hanya berkisar 30cm, aku berdiri di antara Nabilah dan Sonya, sedangkan teman ku ada di hadapan Noella. Aku memulai semua dengan mengucapkan “Bismillah” di dalam hati. Aku tersenyum sambil memperhatikan member satu per satu dari atas sampai bawah.
“Hallo, nama kamu siapa ?” sambil memegangi tangan kiri ku yang ada di atas meja.
“Utari Widri..” jawabku gugup dan salting.
“Siapa?” sedikit mendekatkan wajahnya ke wajah ku sambil senyum.
“Tari..” jawabku lagi mengeluarkan suara laki.
“Kuliah ya ?” Tanya Nabilah. Sonya menoleh, Nabilah senyum. Di saat itulah aku bisa lihat gigi unyunya.
“Ha? Enggak masih tiga SMP kok..” ucapku sambil menujukan tiga jari ke depan wajah mereka berduaNabilah seakan tidak percaya.
“Eee buset tinggi banget! Makan apaan sih?” memegang tangan ku lalu nginjit dan melihatku dari atas sampai bawah.
“Hahaha.. tawaku karena disini aku agak bangga punya badan tinggi.
“Duh, jadi minder nih berdiri dekat sama kamu..
Aku hanya tertawa sambil memberikan kupon pertama pada SonyaSonya pun mengambilkan satu CD dan satu sticker untukku, dan memberikannya sambil senyum. Aku menerima CD dan sticker itu, lalu aku terdiam sejenak.
“Udah pernah theater belum nih?” Tanya Sonya sambil tetap senyum.
“Nah itu dia, belum. Hahaha..” jawabku sambil menunjuk kearah Sonya.
“Eh, bentar lagi UN lho.. Jangan lupa belajar ya!” kata Sonya dan Nabilah agak bersamaan.
“Semangat ya, jangan sampai ga lulus,.” Tambah Noella. Suaranya pelan, hampir tidak bisa aku dengar.
“Iya nih..” kataku singkat.
“Sholat jangan lupa ya..” ingat Nabilah. Fansnya tahu, mungkin giaman tampang unyu dan polosnya saat mengutarakan kalimat itu.
“Iya..” jawabku sambil memberikan tiket kedua ke Nabilah.
“Ehhh, beli lagi dia..” ucap Nabilah sambil mengambilkan satu CD dan satu stickerTroll di mulai. Disini aku tidak bisa berbicara dan bertanya banyak di karenakan Nabilah dan Sonya lebih sering berbicara dibangingkan aku. Mereka selalu bertanya, tiada berhenti dengan cara keroyokan, agak pusing mau menjawab yang mana.
Melihat keributan kami, staff yang tadi hanya memerhatikan mulai bangkit dan melakukan pekerjaan mereka. Beberapa staff dan fans di luar juga sempat melihat ke dalam, karena kami sangat berisik.
“Ehh, makan apaan sih bisa tinggi gitu?” tanya Nabilah. Masih sambil memperhatikanku dari atas sampai bawah, begitu juga dengan Sonya.
“Ha? Biasa makan tiang bendera..” jawabku spontan karena tidak tahu harus menjawab apa.
“Ahh masa sih?” Tanya Nabilah lagi sambil tertawa lebar.
“Iya serius deh. Makan tiang bedera sekolah..” tambahku sembari memberikan tiket ketiga ke Noella, Noella ngambil tiket itu dan sedikit memegang tangan kanan ku. Dia hanya tersenyum kalau melihat aku. Dia memberiku satu CD tanpa sticker.
“Kasih sticker lagi ga nih?” Tanya Sonya kepada Nabilah dan Noella.
“Kasih dong..” Nabilah menjawab dengan semangat 48 sedangkan Noella hanya tersenyum, lalu memberikan stickernya.
“Makasih..” ucapku sambil senyum. Sebenarnya aku tidak ingin bergeser dari Noella, namun Nabilah dan Sonya lagi bersik menanyakan masalah tinggi badan ku dengan keroyokan. Sonya kasihan, ia selalu disela Nabilah saat mau bicara, mereka jadi rebutan. Aku justru kasihan pada Noella, karena sedari tadi dia hanya diam saja. Sangat jarang berbicara.
                “Bagi tingginya dong..” wajahnya memelas seperti di kalender JKT48.
                “Iyaa nih. Bagi dong..” tambah Sonya ikut memelas. Semakin lama aku makin gemetar dan salting, aku igimembawa pulang Nabilah.
                “Boleh nih..” maju sedikit sambil mengulurkan tangan kiri ku ke Sonya, sedangkan Nabilah mulai diam tapi dia tetap senyum dan seskali mencolek ku.
                “Eh, bagi-bagi dong tingginya..” Nabilah sekarang hanya nyengir sambil terus memperhatikan ku.
                “Iya ini. Eh, tukaran deh. Aku kasih tinggi, kamu kasih sedikit daging..” semua tertawa. Disini aku bicara masalah daging juga di ikuti oleh Sonya yang paham.
                Boleh nih, boleh banget..” Sonya sambil menunjukan lengannya ke wajah ku dan semua tertawa.
                “Ehh, makasih ya udah pada kesini, kapan-kapan kesini lagi ya..” kataku. Setelah itu kami ngobrol acak-acakan, aku tidak ingat mereka apa yang mereka bicarakan. Yang penting mereka tetap keroyokan dengan tema yang sama.
                “Iya, sama-sama” jawab Nabilah, Sonya, dan Noella bersamaan sambil tersenyum.
                “Ehh sama siapa tuh ?” Tanya Sonya sambil melihat ke teman ku yang dari tadi sibuk bersama Noella.
                Aku lantas merangkul temanku.
                “Adik kelas nih, adik kelas.. kataku. Semua tertawa lagi, bisa di bilang di bagian aku lah member berisik, sampai-sampai staff dan beberapa fans melihat ke arah kami lagi.
•●•

                Tak lama kemudian, troll reda dan kami berpamitan. Disini kami beranjak pulang bukan karena diusir oleh staffhanya saja aku sudah tidak kuat berdiri di depan member. Padahal kalau mau, bisa lebih lama lagi.
                “Sampai ketemu lagi yah..” kataku mulai agak beranjak.
                “Ehh iya.. Makasih ya, bye..” kata Nabilah dan Sonya itu sembari melambaikan tangan dan  tersenyum.
                Percakapan teman ku dengan Noella, aku tidak ingat mereka ngobrol di bagian mana saja, karena sibuk sendiri-sendiri. Aku merasa tidak enak juga kepada Noella yang jarang ngobrol denganku.
                Teman ku berdiri di depan Noella sambil memberikan kedua tiketnya.
                “Hai kak, kelas berapa ?” sapa Noella.
                “Kelas 3..” jawab temanku.
                “3 SMA ya?”
                NggakSMP kok..
                “Berarti kita sama dong. Oh iya sebentar lagi UN lho, jadi semangat ya! Jangan lupa belajar, semoga lulus ya, semangat!” nasehat Noella. Mereka lalu toss.
                Ngomong-ngomong sama ya sama si itu?” Tanya Noella sambil menunjuk ke arahku.
                “Beda.. jawab temanku singkat.
                “Sekelas ya?” Tanya Nabilah dan Sonya.
                Nggak, ini mah adik kelas.. kataku. Nabilah dan Sonya tertawa lagi setelah mendengar perkataanku tadi. Sementara Noella hanya tersenyum.
                “Beli dua buat siapa lagi?” sambung Noella.
                “Teman nitip.. Kak minta sticker lagi dong?” pinta temanku.
                “Oh.. Oleh-oleh dong?” Tanya Noella lagi sambil memerikan sticker kepada temanku.
                Iya. Hehe.. Arigatou kak..
                “Iya..
                Teman ku dan Noella mulai hening dan saling bertatapan selama kurang lebih satu menit.
•●•

                Aku dan teman ku keluar dari ruangan, saat keluar beberapa fans kembali melihat ke arah kami. Aku tetap membalas dengan senyum kecil. Aku menarik nafas dalam-dalam di luar, secara tidak sengaja aku melihat Nabilah sedang melakukan gerakan dance abal-abal di dalam, dari balik poster itu ia menoleh pada ku dan melambaikan kecil tangannya sambil tersenyum simpul. Aku yang sudah mati kutu hanya bisa senyum. Aku melihat beberapa fans masuk ke dalam ruangan untuk bertemu member, tapi ntah mengapa mereka hanya memerlukan waktu satu menitan, sedangkan aku mendapat waktu yang sangat lama tanpa gangguan sama sekali. Mungkin ini adalah salah satu keajaiban lagi.
                Pukul 15:20 – 17:40 aku main galau-galauan sebentar di pantai, sambil makan siang dan sarapan yang tertunda. Dan waktu bermain di pantai banyak pesawat yang lewat. Disetiap pesawat yang lewat aku selalu bersorak, “Nabilah! Sonya! Noella! Makasih ya udah ke Padang, Aku cinta kalian!”
                Tak lama kemudian aku beranjak pulang ke rumah. Disini aku mulai agak sedih dan sedikit meneteskan air mata untuk hari ini. Rasanya semua masih mimpi, ketika sudah berpisah rasanya menyesakan hati. Sampai di rumah, aku menuangkan perasaanku pada selembar kertas diatas mejaku.

Hallo Nabilah, Sonya, dan Noella. Makasih ya udah ke Padang, aku senang banget. Suatu hari nanti aku bakalan janji untuk menemui kalian di Theater! Tunggu aku ya...
Makasih juga udah buat aku ngerasain perjuangann buat ketemu Idola, dan aku selalu percaya bahwa Usaha Keras Itu Tak Akan Mengkhanati!

 (+) Setelah 11 Bulan punya Idol JKT48, akhirnya pada 1 April 2013 takdir mempertemukan saya dengan Nabilah, Sonya, dan Noella..


Senin, 22 April 2013

Fergie: Gol Van Persie Terbaik Abad Ini



23-04-2013 05:31

 | Alex Ferguson

Fergie: Gol Van Persie Terbaik Abad Ini
Sir Alex Ferguson kagumi gol kedua Robin van Persie. © AFP

Bola.net - Gol kedua dari tiga gol yang dilesakkan Robin van Persie ke gawang Aston Villa dipuji setinggi langit oleh Sir Alex Ferguson. Di mata Fergie, sang manajer Manchester United, gol itu adalah gol terbaik abad ini.

United mengalahkan Villa 3-0 di Old Trafford lewat hat-trick Van Persie, Selasa (23/4), sekaligus memastikan diri menjuarai Premier League musim ini.

Dari ketiga gol striker United tersebut, gol keduanya yang berupa tendangan voli indah meneruskan lofted pass Wayne Rooneymerupakan yang paling berkesan di mata Fergie.







"Bagi saya, itu adalah gol terbaik abad ini dari Robin van Persie," kata Fergie seperti dikutip The Sport Review.

"Gol itu sangat luar biasa. Teknik dan timing-nya sempurna. Sungguh mengagumkan," imbuh Fergie.

Van Persie kini memimpin daftar top scorer sementara Premier League 2012/13 dengan 24 gol. Sebuah prestasi yang hebat jika mengingat bahwa ini adalah musim perdananya bersama United. (tsr/gia)

Pelangi oh Pelangi





PELANGI OH PELANGI

* Krrrrriiiiiiiiiinnnggg..... *
Suara bel sekolah telah usai. Aku segera berjalan menuju ke kantin dimana aku biasa menunggu pujaan hatiku. Aku biasa menunggu dia di pojok kantin, dimana aku dan dia juga biasa makan berdua di waktu istirahat. Di tambah suasana yang rindang dengan di tumbuhi pohon palm. Canda dan tawa selalu mengisi waktu istirahat kami berdua. Tak lama kemudian dia datang. Ku liat dari kejauhan sepertinya dia tampak murung. Tapi hari ini ku liat ada keganjilan dari raut wajahnya. Tidak seperti hari-hari lain. Tak ada senyum manis dari lesung pipinya. Tapi hari ini sangat ganjil sekali. Ku liat dia tidak tersenyum kepadaku. Ku liat seperti ada beban yang menghantui wajah manis dia.

" Kenapa kamu Shan hari ini ? " tanyaku penuh tanda tanya.
" Aa... Aku gak kenapa-napa kok. " jawab dia dengan gugup.
Ku tatap bola matanya dengan penuh keheranan. Ku pegang kedua tangan Shania untuk meyakinkan.
" Tidak mungkin gak terjadi apa-apa. Pasti ada sesuatu yang terjadi sama kamu ? " tanyaku lagi dengan heran.
" Beneran aku gak kenapa-napa kok . Aku lagi kurang fit aja sama hari ini. " jawab Shania sedikit agak serak suaranya.
" Ya udah kamu nanti pulang langsung minum obat terus istirahat ya. " kataku sambil menghabiskan roti bakar yg tadi ku pesan.
" Oh iya kamu gak mesen roti bakar dulu shan ? "
" Gak, aku gak laper kok. " jawab shania.
" Wah tumben kamu gak makan roti bakar dulu sebelum pulang ke rumah. Biasanya kamu paling demen kalo pulang sekolah makan roti bakar. " kataku sambil menghibur Shania.
" Kan aku udah bilang kalo aku lagi gak laper dan lagi gak enak badan. " jawab Shania sedikit agak membentak.
" Ya udah kalo kamu gak laper kita langsung pulang aja yuk. " kataku sambil berdiri dan memakaikan swetear kepada Shania.


Kami berdua langsung beranjak meninggalkan kantin dan menuju parkiran. Tampaknya Shania tidak mau bicara. Tidak seperti biasanya Shania selalu bercerita tentang kejadian yg lucu, mulai dari kelakuan teman sebangkunya si Ochi dan juga blak-blakan kepadaku. Feeling ku kuat sekali pasti ada sesuatu yg Shania tutupi. Seribu tanda tanya menyelimuti pikiranku. Aku tak mau membuat Shania kesal lagi cuman gara-gara aku selalu bertanya. Aku segera mengambil sepeda yang cukup jauh aku menaruhnya.

" Tunggu di sini ya sayang. " kataku sambil mengambil tas Shania.
Aku bergegas mengambil sepedaku. Ku dengar suara orang memanggilku dengan mengangetkan.

" Juned !! Azzeek pulang bareng ama yayang Shania. " sapa Ochi menepuk pundakku.
" Lo gak dimana-mana kalo dateng muncul pasti ngangetin. "
" Ya elah woles aja kale. " kata Ochi sambil cengar-cengir.
" Lagian lo juga udah kaya layangan singit tiap ketemu orang pasti lo kagetin. " kataku sambil memasukkan tas shania ke dalam keranjang sepedaku.
" Haha.... Lo kaya baru kenal gue aja Jun. Kan gue kalo lagi singit suka begitu. " kata Ochi sambil ketawa cekikikan.
" Eh gue pengen nanya nih ama lo Chi. " kataku sambil mendekati Ochi.
" Woles, mao nanya apaan? Pasti gak jauh-jauh nanyain Shania. "
" Iya lah, selaen lo siapa lagi yang bisa gue nanyain keadaan Shania. " kataku sambil berbisik kepada Ochi.
" Kok hari ini ada yang aneh ya ama Shania, gak kaya biasanya Shania begini. Lo tadi gimana keadaan Shania di kelas? "
" Iya dia juga diem aja tadi di kelas. Tapi gue nanya ama dia, dia lagi gak enak badan. Trus gue pegang jidatnya gak anget kok biasa aja. " jawab Ochi.
" Lo gak nanya ama dia lagi ada masalah apa? " kataku dengan heran.
" Dia pasti cerita duluan Jun kalo ada masalah, apalagi kejadian konyol. "
" Gue tadi pas nunggu dia di kantin juga gak cerita sama sekali. " kataku sambil melihat Shania di pos satpam yg dari tadi sudah menungguku.
" Ya lo coba lagi aja nanya-nanya ke dia. Lo ajak ke taman deket kompleks. Nah di situ kan suasananya pas buat tenangin pikiran trus lo bisa ngobrol deh berdua. " kata Ochi sambil melambaikan tangan ke Shania.
" Wah bagus juga tuh ide lo. Gue ajak aja dia ke taman. Ya udah gue pulang dulu. Kasihan tau Shania dari tadi nungguin. Makasih sarannya Ochi singit. " kataku sambil mencubit pipi Ochi dan mengayuhkan sepedaku menuju pos satpam.
" Ah sialan lo Juned! Awas aja ya kalo ketemu gue timpuk lo! " teriak ochi.

Aku menghampiri Shania yang dari tadi menungguku.
" Maap ya aku udah ngangurin kamu di sini. Abis tadi si Ochi singit isengin aku. "
" Iya gak apa-apa kok. " jawab Shania sedikit tersenyum dan langsung duduk di belakang sepedaku.


Aku langsung mengayuhkan sepeda perlahan-lahan. Shania masih diam tidak mau cerita kepadaku.
" Nanti pulang ke taman yg di kompleks dulu gimana Shan?" kataku sambil menoleh ke Shania.
" Aku cape banget hari ini sayang. Aku pengen istrihat dulu. Nanti lain waktu kan bisa. " kata Shania sambil memeluk erat pinggangku.
" Ya udah lain kali aja kita ke tamannya. " kataku yg mulai mengayuh cepat pedal sepeda.
Aku merasa pelukan Shania berbeda sekali. Baru kali ini dia memeluk erat pinggangku sampai meneteskan air mata. Aku tak sadar bajuku sudah basah oleh air mata Shania. Aku langsung menoleh ke belakang.
" Shan kok kamu nangis? Kamu takut ya aku bawa sepedanya kenceng. "
Shania langsung sadar kalo bajuku sudah banjir oleh air matanya. Shania langsung menghapus air matanya.
" Gak kok. Gak kenapa-napa. " jawab Shania yg langsung gugup.
" Bener kamu gak kenapa-napa. Ya udah nanti sampai di rumah kamu langsung makan trus jangan lupa minum obat dan istirahat ya. "
Ku ingin menanyakan ini semua pada waktu yg tepat. Ku rasa ini bukan waktu yang tepat buat menanyakan ini semua.

**

Bulan dan bintang sudah menyelimuti malam. Aku berbaring di tempat tidur. Ku liat foto aku dengan Shania tampak terletak sebelah kanan tempat tidurku. Ku coba mengambilnya dan ku pandangi. Tak sadar aku seperti kembali ke masa lalu dimana aku pertama kali mengenal Shania. Tak terasa sudah lebih dari satu tahun aku menjalani hubungan ini. Banyak sudah masa-masa senang maupun duka aku lewati bersama Shania. Tepat tanggal 27 juni tahun lalu. Aku memberikan kado berupa gelang bertuliskan 'ShanJu' yaitu 'Shania Junianatha' atau bisa di singkat 'Shania Junaedi'. Sampai gak sadar kalo aku sampai cengar-cengir sendirian di kamar. Dan akupun tertidur pulas.


*****


Pagi telah tiba. Ku dengar suara handphoneku berbunyi. Ku liat ada message dari Shania.
* Triiit... Triiit *
" Maaf ya sayang tadi malam aku udah tidur duluan, trus aku habis minum obat trus langsung tidur deh. Maaf ya sayang ^_^ . Nanti kayanya aku hari ini gak berangkat bareng ama kamu dulu deh. Soalnya aku di anterin sama ayahku. Kamu gak marah kan. Ya udah aku mau mandi dulu nanti kesiangan lagi. Dadah Junaedi... ^^ "

Aku lega ternyata tidak terjadi apa-apa kepada Shania. Akupun segera mandi dan berangkat menuju sekolah. Pagi ini aku tidak berangkat bareng dengan Shania. Setelah semua sudah selesai dan rapi akupun segera mengambil sepeda yang berada di garasi samping rumah. Udara pagi ini terasa sejuk. Ku hirup dan ku nikmati sambil mendengarkan lagu. " Bersepeda aku menanjaki bukit itu, Sekuat tenaga ku kayuh pedalnya. Anginpun mulai menghembus kemejaku, Ku rasa masih kurang cepat~~ " gumamku mendengar lagu di handphoneku.


Tak terasa dari kejauhan sudah terlihat gerbang sekolah. Sebagian murid-murid juga ada yang di antarkan oleh orang tuanya. Aku menuju parkiran biasa memakirkan sepeda. Setelah ku menaruh sepeda, ku liat di pos satpam seperti anak perempuan yg turun dari sebuah mobil klasik. Bagiku mobil klasik itu tidak asing. Ternyata benar yg ku liat anak perempuan yg turun dari mobil klasik itu adalah Shania. Aku pun segera berlari dan melambaikan tangan ke Shania. Shania tidak merespon lalu mempercepat langkah menuju kelas. Aku pun tidak dapat mengejarnya. Lalu aku masuk ke kelas Shania. Ku liat dia lagi sibuk mengerjakan tugas sekolah. Mungkin dia belum mengerjakan tugas karena semalam tadi dia tidur. Akupun mengalah dan tidak mau mengganggu Shania. Aku segera menuju ke kelasku. Kebetulan kelas ku tidak jauh dari kelas Shania. Aku berada di kelas XI IPS-3 sedangkan Shania di kelas XI IPS-1. Waktu di sekolah berjalan begitu cepat hingga akhirnya bel pulang berbunyi. Seperti biasa aku menunggu Shania di kantin. Ku liat Shania sama seperti hari kemarin. Tidak ada senyum yg menghiasi wajah manisnya. Dan aku dan Shania langsung menuju parkiran. Di perjalanan menuju parkiran aku mulai bertanya kepada Shania.
" Nanti pulang sekolah kita ke taman deket kompleks yuk, gimana? "
" Ya udah, ada yg pengen aku omongin sesuatu ama kamu. " jawab shania
" Mau ngomong apa? Aku juga pengen nanya sesuatu juga ama kamu. "
" Ya udah nanti aku juga mau jelasin semua ke kamu tentang kejadian kemarin. " jawab Shania.


Aku segera cepat mengambil sepedaku lalu mempercepat langkah sepeda menuju ke taman. Sesampai di taman, Shania entah kenapa langsung memelukku dengan erat. Kebetulan suasana di taman mendukung dan tidak terlalu ramai. Aku memulai pembicaraan kepada Shania.
" Kamu kenapa kemarin seperti gak biasanya? " kataku yg masih di peluk Shania.
" Kamu sayang kan sama aku jun? " jawab Shania yg mulai meneteskan air matanya.
" Lah kenapa kamu ngomong begitu Shan. Ya jelas aku sayang banget ama kamu. " kataku sambil melepaskan pelukkan dan menatap kedua bola mata Shania.
" Kamu rela gak kalo kamu harus kehilangan aku? " tanyanya lagi.
" Ya jelas gak rela aku harus kehilangan kamu. Kamu kenapa nanya begitu. Ada apa dengan kamu Shan? " jawabku sambil mengusap air mata Shania.
" Seandainya aku harus jauh dari kamu dan pergi dalam waktu yg cukup lama? "
" Maksudnya ? " jawabku dengan heran.
" Iya, aku harus pergi ke Jepang karena ayah dapat dinas di sana. Dan aku beserta keluarga juga harus pindah ke sana. " kata Shania yg meneteskan air matanya lagi.
Entah kenapa aku lemas mendengar perkataan Shania. Mau tidak mau aku harus mengalah dalam posisi seperti ini.
" Aku bakalan siap kok kamu jauh dari aku. Kan kita punya gelang perasa. Dimana kamu rindu aku. Aku juga ngerasain. Dan begitu juga sebaliknya. Aku juga akan setia menunggu kamu. " jawabku sambil memegang tangan Shania.
" Kamu bakalan sabar dan setia kan jun nungguin aku pulang ke sini? "
" Iya-iya aku bakalan sabar dan setia kok nungguin kamu pulang. " jawabku sambil mengecup kening Shania menghentikan pembicaraan.


Tak terasa waktu senja telah tiba. Aku dan Shania pun segera pulang. Aku berjalan menenteng sepeda bersama Shania. Di perjalan kami berdua sempat berbincang tuk terakhir kalinya.
" Mulai kapan kamu akan pergi ke Jepang ? "
" Mulai besok pagi aku dan keluargaku akan pergi. Tadi pagi sengaja aku gak berangkat bareng ama kamu dan Ayah anterin aku untuk mengurus juga kepindahan sekolah. " jawab Shania.
" Kenapa kamu tutupi dari aku dan baru bilang sekarang Shan? "
" Karena aku pengen tau seberapa siap dan sanggup kamu tuk jauh dari aku. Sebenernya kabar ini udah seminggu yg lalu. Dan aku gak mau aja kamu gak nerima kepergian aku. " jawab Shania.
" Aku juga sudah beritahu Ochi sebelumnya. Dan aku sengaja supaya Ochi tidak cerita dulu sama kamu. " kata Shania yg menatapku.
Aku langsung kaget Shania bilang begitu kepadaku. Dan aku gak percaya kenapa Shania bisa setega itu. Sampai tiba di rumah Shania, untuk terakhir kalinya. Tak kuat aku menahan ini semua. Pegangan tangan ini menjadi yg terakhir tuk perjumpaan aku dan Shania. Senja sudah semakin gelap. Akupun pulang ke rumah.


Seperti biasa berangkat ke sekolah. Aku harus bisa bersemangat tanpa Shania. Hari-hariku harus ceria walau tak ada Shania di sampingku. Aku harus bisa juga jalani hubungan jarak jauh ini. Aku gak mau bikin Shania kecewa dengan sikapku tak bisa tanpa dia. Seperti biasa hari-hariku menjalani aktifitas di sekolah. Ku hanya termenung terus memikirkan Shania. Hingga bel pulang sekolah pun berbunyi. Aku berjalan menyelusuri jalanan hingga ku terhenti di sebuah cafe tuk memesan segelas jus. Tak tahu kenapa sekumpulan orang mengerubungi sebuah siaran berita di tipi. Aku pun tak memperdulikan. " Ah palingan juga berita pemerkosan wanita di angkot ato seorang juragan minyak punya 48 bini. " gerutuku sambil menghabiskan minuman. Ku tak perduli apa yang mereka tonton. Ku hanya bisa kembali termenung dengan Shania. Sampai seketika akupun ikut penasaran apa yang mereka tonton. Dan tak sengaja ku menguping salah seorang berkata, " Ada kecelakaan pesawat Aer Asia Boeng 737 tuh. Mana baru take off sudah kecelakaan aja. " kata salah seorang. Akupun jadi teringat dengan Shania lagi. Apakah Shania termasuk korban kecelakaan pesawat tersebut? Lantas aku langsung menghampiri kerumunan orang-orang yg menonton berita tersebut. Dan ternyata benar pesawat yang kecelakaan itu akan berangkat menuju Jepang. Akupun lemas melihat dan menyaksikan berita tersebut. Tanpa pikir panjang akupun langsung pergi menuju bandara untuk mencari informasi pesawat kecelakaan itu. Ku hentikan taksi menuju bandara. Di dalam taksi aku menjadi gemetaran dan pikiran ku kacau berantakan.


Sampai di bandara banyak sekumpulan orang yg melihat daftar para penumpang pesawat kecelakaan itu. Ku cari nama 'Shania Junianatha'. Dan benar naas menimpa semua keluarga Shania. Aku lemas melihat nama Shania ikut dalam kecelakaan pesawat itu. Aku tak tau harus bagaimana lagi. Aku pun menangis menjerit teriak sejadi-jadinya tak kuasa menahan kepedihan ini. " Iniii tiiidaaak mungkiiin.......... !! Shaaaaaniiiiiaaaaa.......... !! " teriakku sekeras-kerasnya. Akupun panik dan bertanya kepada seorang petugas bandara menanyakan di mana korban kecelakaan pesawat berada. Tanpa pikir panjang lagi aku langsung berlari dan memberhentikan taksi. Bena-benar kejadian ini tidak bisa ku terima. Aku berharap ada mukjizat buat Shania selamat.


Sampai di rumah sakit dimana para korban kecelakaan pesawat di evakuasi. Akupun langsung berlari menuju ruang evakuasi para mayat. Aku mencari daftar para korban lagi. Dan aku baru ingat kalo Shania memakai gelang itu. Lantas aku mencari korban memakai gelang sama persis denganku. Ketika ku melihat sesosok mayat berselimut kain putih menutupi memakai gelang sama persis denganku. Akupun langsung mendekati dan membuka secara perlahan...


*****


" Tiiidaaakkk..... !! " Teriak ku ketika ku tau yang tadi itu ternyata mimpi. Keringat dingin bercucuran di badanku. Mimpi buruk yang benar-benar kenyataan. Setengah sadar dari mimpi aku langsung menghubungi Shania. Tak ada jawaban dari telpon Shania. Panik dan sedih masih terbayang dalam pikiranku tentang mimpi Shania. " Apa ini pertanda buruk buat Shania? " pikirku dalam hati. Ku liat di luar rumah gerimis menyelimuti. Tanpa pikir panjang akupun langsung ke rumah Shania. Ku kayuh cepat pedal sepedaku tengah gerimis.


Sampai di rumah Shania, ku ketok pintu rumah Shania...
" Shania... !! Shania... !! " teriakku panik.
* Klerk *
" Kenapa Jun ujan gerimis begini ke rumah? " sapa Shania yg membukakan pintu.
Langsung ku peluk Shania dengan erat.
" Kamu gk kenapa-napa kan Shan? Kamu gk pergi ke Jepang kan? Kamu gk kan ninggalin aku Shan? " kataku panik memegang bahu Shania.
" Aduh plis kamu kenapa dateng-dateng udah kaya orang ke sambet? Kamu abis nonton apaan semalem ampe segitunya? " jawab Shania heran melihat tingkahku.
" Syukur deh kalo kamu gk kenapa-napa dan masih selamat. " * fiyuh * kataku menghela napas.
" Selamat apanya maksud kamu Jun? " tanya Shania bingung.
" Shan kita ke taman yuk ada yang pengen aku tunjukkin. " ajakku sambil menarik tangan Shania.
" Mao ngapain sih gerimis begini ke taman? "
" Udah ikut aja ayo sekalian pengen jelasin yg tadi? "
Shania langsung memakai sweater dan langsung duduk di belakang sepedaku. Akupun langsung melaju cepat menuju taman.


Sampai di taman...
Shania masih bingung apa yang aku tunjukkin ke dia. Dan tiba-tiba perlahan hujan gerimis pun berhenti. Mendung pun perlahan menghilang.
" Apa yg kamu pengen jelasin ke aku? " tanya Shania.
" Kamu kemaren sewaktu pulang sekolah kenapa murung? " jawabku menatap Shania.
" Oh... Waktu pulang sekolah kemaren aku tuh sedih mendengar kabar Nenekku meninggal. Dan maap aku gak bisa jelasin ke kamu karena aku langsung shock. Nenekku adalah orang yg paling ku sayangi juga. " kata Shania menjelaskan.
" Sekali lagi maap aku jadi murung ke kamu. " kata Shania lagi.
" Syukur deh kalo begitu udah jelas semuanya. " kataku.
" Nah sekarang apa yang pengen kamu tunjukkin ke aku? " tanya Shania heran.
" Coba deh sekarang kamu liat ke langit. "
" Ada apa sih mangnya di langit? "
" Liat dulu dengan teliti. "
" Ih orang gk ada apa-apa. "

Tiba-Tiba pelangi pun muncul bermunculan aneka warna.
" Iya tuh ada pelangi. Aduh indah banget ya. "
kata Shania kagum.
" Kamu liat gak di situ ada dua pelangi? "
" Mana sih ada dua pelangi? Orang cuman satu doang. " jawab Shania bingung.
" Iya bener di situ cuman ada satu. Dan satu lagi ada di samping aku. " kataku langsung menatap tajam mata Shania.
" Pelangi yang di langit itu yang selalu mewarnai alam sekitarnya dan perlahan-lahan pudar. "
" Terus pelangi selanjutnya mana? " tanya Shania lagi.
" Pelangi yang gak akan pernah pudar dan selalu mewarnai hari-hari aku adalah kamu. "

Kami pun berdua kembali bercengkrama ditaman. Aku menjelaskan kembali mimpiku semalam kepada Shania. Shania pun tertawa mendengarkan cerita dari mimpiku. Mimpi yang sungguh tak bisa ku terima harus kehilangan Shania. Kehilangan pelangi yang paling berharga. Canda dan tawa Shania.